Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR INTRINSIK CERPEN LUH BULAN KARYA IBW WIDIASA KENITEN I Gede Merta Wiguna; I Wayan Mandra; I Made Dian Saputra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.424 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v8i2.1599

Abstract

Cerpen merupakan salah satu karya sastra fiksi yang masih berkembang hingga saat ini. Cerpen itu dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik dimana unsur intrinsik tersebut meliputi tema, alur, insiden, tokoh dan penokohan, lattar/setting, dan amanat, sedangkan unsur ekstrinsik berupa nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen tersebut. Sebagian orang hanya menikmati cerpen dengan membacanya, tanpa pernah ingin mengetahui lebih jauh unsur yang membangun karya sastra tersebut. Maka dari itu sangatlah penting untuk menganalisis unsur intrinsik yang membangun cerpen itu sendiri.
INTERPRETASI BHATARA KALA SEBAGAI PEMBATAS ETIKA BUDAYA BALI DALAM LONTAR KALA-PURANA I Wayan Mandra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.186 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i2.1616

Abstract

Lontar Kala-Purana merupakan sebuah geguat atau dasar yang jelas (indik-indik) yang dipergunakan masyarakat Bali untuk melakukan panglukatan pada setiap orang yang terlahir pada saniscara (sabtu) wara Wayang. Ini merupakan satu bentuk refleksi yang secara nyata merupakan perpaduan antara tattwa, etika, upacara secara simultan dan dibungkus dengan budaya Bali. Jika berbicara masalah tattwa, maka narasi Kala-Tattwa sudah memberikan penjabaran bagaimana Bhatara Kala, yang merupakan personifikasi dari sebuah kekuatan (energi) penghancur merupakan sebuah hal yang badai. Bahkan dalam beberapa kitab mantra samhita, Upanisad, maka “Kala” merupakan menghancur yang agung. Sebab waktu, adalah kekal dan yang menghancurkan. Kitab Bhagavadgita sendiri menyatakan bahwa diantara yang menghancurkan, tidak ada yang lebih baik selain “Kala” (waktu) itu sendiri.