Cahdi Heryanto
SD Negeri Mekarlaksana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI MATERI SUMBER ENERGI MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL): (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas IV SD Negeri Mekarlaksana Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020) Cahdi Heryanto
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v6i1.1632

Abstract

Prestasi belajar siswa Kelas IV SD Negeri Mekarlaksana dalam materi Sumber Energi ternyata jauh dari yang diharapkan. Dari hasil ulangan harian pada materi tersebut masih rendah, ternyata hanya 6 siswa (28,57%) dari 21 siswa yang dinyatakan lulus, dan 15 siswa lainnya (71,43%) dinyatakan belum lulus KKM sekolah sebesar 70, karena siswa belum bisa memahami peranannya dalam organisasi. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa Kelas IV dalam memahami materi Sumber Energi masih rendah. Dengan demikian : “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Problem- Base Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan siswa Kelas IV SD Negeri Mekarlaksana semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dalam memahami materi Sumber Energi?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas IV SD Negeri Mekarlaksana semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dalam memahami materi Sumber Energi melalui penerapan model pembelajaran Problem- Base Learning (PBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi Sumber Energi dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Problem- Base Learning (PBL). Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siswa pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata sebesar 69,00 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 52,52% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 83,33 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,48%. Jadi nilai post test siswa mengalami peningkatan sebesar 14,33