Chaerunnisa AR
Department Of Health Administration And Policy, Faculty Of Public Health, Mulawarman University, Samarinda, East Kalimantan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Membayar Pasien BPJS Mandiri Chaerunnisa AR
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.2957

Abstract

Latar belakang Masalah yag dihadapi dalam pengumpulan iuran peserta mandiri (PBPU) adalah tunggakan pembayaran (tidak rutin membayar) oleh peserta. Dapat dikategorikan bahwa peserta penunggak relatif orang berpendidikan menengah, usia produktif, kawin, dan pembayar utama wanita. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri. Metode penelitian: merupakan penelitian kuantitatif terapan dengan dengan disain Cross Sectional Study. Populasi penelitian adalah pasien rawat inao di RSUD Haji Kota Makassa.r Sampel berdasarkan rumus Slovin (margin error 10%). Diambil secara purposive sampling sebanyak 173 responden Hasil penelitian:. Hasil analisis dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai P Value = 0.00 atau nilai P < 0.05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri di RSUD Haji Kota Makassar. Hasil analisis dengan menggunakan Continuity Correlation diperoleh nilai P Value = 0.00 atau nilai P < 0.05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri. Dengan nilai P Value = 0.00 < 0.05. Uji multivariat secara simultan dengan uji regresi logistik berganda maka pengetahuan memiliki nilai exp(B) yaitu sebesar 7.059 kali dan dukungan keluarga memiliki nilai exp(B) = 2.634 dan nilai sig=0.000 berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri di RSUD Haji Kota Makassar. Diharapkan kepada BPJS Kesehatan untuk memberikan sosialisasi atau informasi kepada peserta BPJS KesehatanKata kunci:  kepatuhan membayar, pengetahuan
Analisis Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung Penderita Hipertensi pada Masyarakat Wilayah Hutan Tropis Lembap di Kota Samarinda Chaerunnisa AR; Ratno Adrianto; Reza Nur Fahmi; La Suhani
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2119

Abstract

Hypertension is the leading non-communicable disease (NCD) in Samarinda City, imposing a considerable economic burden on patients and their families. This study aimed to analyze direct and indirect costs borne by hypertension patients in the humid tropical forest area of Samarinda City. A quantitative descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted involving 370 respondents recruited via purposive sampling from 10 community health centers (Puskesmas) across Samarinda. Data were collected through structured interviews covering direct costs (outpatient fees, inpatient expenses, and other out-of-pocket medical costs) and indirect costs (transportation, assistive devices, and productivity loss for both patients and caregivers). Results showed that the average annual direct cost per patient was IDR 1,236,345, dominated by routine outpatient and alternative treatment expenses. The average annual indirect cost was IDR 2,177,808, with productivity loss being the largest component. Indirect costs significantly exceeded direct costs, highlighting the hidden economic burden of hypertension. All respondents were JKN/BPJS participants, yet out-of-pocket expenditures remained substantial. These findings emphasize the need for comprehensive hypertension control programs that address both medical and non-medical economic burdens.