Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Sikap Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Mandaya Karawang Kinanthi Cahyaning Utami; Yanuar Jak; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3035

Abstract

Rumah Sakit diselenggarakan berdasarkan nilai perlindungan dan keselamatan pasien. Keselamatan pasien rumah sakit itu sendiri merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Di Indonesia, data mengenai KTD masih sulit untuk didapatkan. Di rumah sakit Mandaya pun terjadi penurunan jumlah laporan insiden dari tahun 2021 ke 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Mandaya Karawang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari data primer yang diambil oleh peneliti sendiri menggunakan kuisioner dan data sekunder yang menjadi data pendukung penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan Budaya Keterbukaan (open culture) dan Budaya Pelaporan (reporting culture) tidak berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi 0,619 untuk budaya keterbukaan dan 0,232 untuk budaya pelaporan. Budaya Keadilan (justice culture) dan Budaya Belajar (learning culture) berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 untuk budaya keadilan dan 0,000 untuk budaya belajar. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, variabel budaya keselamatan (budaya keterbukaan, budaya pelaporan, budaya keadilan, dan budaya belajar) berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata Kunci : Budaya Keselamatan Pasien, Insiden Keselamatan Pasien
Pengaruh Stres Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention Dengan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Mediasi Di Rumah Sakit Islam DR.Subki Abdul Kadir Bekasi Dheny Yunitasari; Ani Nuraini; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i3.3388

Abstract

Didalam Rumah Sakit (RS) ini dibutuhkan SDM yang berkompeten di bidangnya. SDM sebagai ujung tombak dalam organisasi yang mempunyai tanggung jawab dan kewenangan dalam memberikan pelayanan RS. Dalam rangka mempertahankan karyawan yang berkualitas, organisasi harus memenuhi semua hak para karyawan yang telah memenuhi kewajibannya serta menciptakan kondisi yang nyaman bagi para karyawan. Jika organisasi ini tidak dapat memenuhinya maka karyawan tersebut akan berniat melakukan tindakan keluar dari pekerjaannya (turnover). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan lingkungan kerja terhadap turnover intention melalui komitmen organisasional sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan dengan menggunakan pendekatan eksplanatori kausalitas. Populasi pada penelitian ini berjumlah 70 orang yang merupakan seluruh karyawan RSI.Dr.Subki Abdul Kadir. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, sehingga seluruh populasi yang ada dijadikan sampel penelitian. Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara stres kerja terhadap komitmen organisasional, hal ini berarti jika stres kerja tinggi maka komitmen organisasional rendah.  2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap komitmen organisasional, hal ini berarti jika lingkungan kerja meningkat maka komitmen organisasional juga akan meningkat. 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara stress kerja terhadap turnover intention, hal ini berarti jika stres kerja tinggi maka turnover intention juga akan meningkat. 4) Terdapat pengaruh negatif namun tidak signifikan antara lingkungan kerja terhadap turnover intention, hal ini berarti jika lingkungan kerja tinggi maka turnover intention rendah. 5) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara komitmen kerja terhadap turnover intention, hal ini berarti jika komitmen organisasional tinggi maka turnover intention turun. 6) Komitmen organisasional dapat memediasi pengaruh antara stres kerja dan lingkungan kerja terhadap turnover intentionKeywords: stress kerja, lingkungan kerja, komitmen organisasional, turnover intention.
Analysis of the Relationship Between Workload, Work Stress, and Work Motivation of Healthcare Providers and Medical Staff on Patient Loyalty Muhammad Dezha Detiro; Sonya Dewi Wulandari; Dicky Yulius Pangkey
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.410

Abstract

High-quality healthcare services in outpatient units largely depend on the effectiveness of human resources, particularly in relation to workload, work stress, and work motivation among healthcare workers. This study aims to analyze the relationship between workload, work stress, and work motivation on patient loyalty at the Outpatient Unit of the Dental and Oral Hospital (RSGM) UNJANI. This research employed an analytical quantitative method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 69 healthcare workers and 100 outpatients. Data collection instruments included the NASA-TLX questionnaire to assess workload, the PSS-10 to measure work stress, an adapted Minnesota Work Motivation Questionnaire to evaluate work motivation, and SERVQUAL to assess patient loyalty. Validity testing showed p-values < 0.05, indicating that all instruments were valid, while reliability testing revealed Cronbach’s Alpha values > 0.7, confirming the instruments’ reliability. Data analysis was performed using Spearman correlation and multiple linear regression tests. The results showed a significant relationship between workload and work stress with patient loyalty (ρ = -0.569 and -0.513; p < 0.01), as well as a positive relationship between work motivation and patient loyalty (ρ = 0.556; p < 0.01). Multivariate analysis indicated that work motivation was the most dominant factor influencing patient loyalty compared to workload and work stress. These findings highlight the importance of effective human resource management in improving service quality and maintaining patient loyalty in outpatient settings.