Raden Chrisna Trie Hadi Permana
Perencanaan Wilayah Dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi pengembangan hunian vertikal di Kawasan Stasiun Solo Jebres Rinanda Vitiastuti; Raden Chrisna Trie Hadi Permana; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.100270

Abstract

Rapid urban growth in Surakarta, combined with high population density and limited residential land availability, has increased the need for alternative development strategies through vertical housing development. Transit-oriented areas represent strategic locations for vertical housing due to their accessibility and proximity to urban activity centers. This study aims to analyze the potential for vertical housing development in the Solo Jebres Station area, one of the main transportation nodes in Surakarta. A deductive quantitative approach was employed using spatial overlay analysis. The variables include land suitability, earthquake hazard conditions, accessibility, population density, proximity to government centers, and land-use diversity. The results indicate that the area has high potential for vertical housing development, supported by suitable land conditions, non-earthquake-prone areas, good accessibility, and various urban infrastructure. Supporting infrastructure includes transportation networks, pedestrian paths, open spaces, commercial areas, public facilities, and drainage, solid waste, and clean water networks. Areas with the highest potential for vertical housing development are located in Kepatihan Wetan, western Purwodiningratan, Tegalharjo, and northern Jebres sub-districts. These findings provide an important basis for sustainable transit-oriented regional development planning in Surakarta.
Faktor-faktor yang Mendorong Penggunaan Ruang Publik bagi Warga di Permukiman Padat (Studi Kasus Lingkungan Rusunawa Begalon I & II, Kota Surakarta) Bertha Maharani; Raden Chrisna Trie Hadi Permana; Rizon Pamardhi Utomo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.75698.14-25

Abstract

Peningkatan populasi penduduk yang masif berdampak pada semakin tingginya permintaan terhadap lahan permukiman. Permasalahan keterbatasan ruang adalah masalah yang umumnya ada di lingkungan permukiman padat penduduk. Khususnya, permasalahan keterbatasan ruang dalam studi ini mengacu pada keterbatasan ruang publik untuk mewadahi aktivitas bersama. Permasalahan ini dapat dilihat melalui perilaku masyarakat yang secara spontan menggunakan ruang-ruang kosong sebagai ruang publik untuk memenuhi kebutuhan interaksi sosial. Penggunaan ruang publik untuk interaksi sosial ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain terdiri atas variabel aksesibilitas, kebersihan, keamanan, sarana dan prasarana, ragam aktivitas, dan kebijakan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama yang mendorong masyarakat dalam menggunakan ruang publik melalui metode analisis faktor. Penelitian ini membagi identifikasi faktor pendorong penggunaan ruang publik pada dua kategori kelompok masyarakat, yaitu masyarakat yang tinggal di dalam Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan masyarakat yang tinggal di luar Rusunawa. Berdasarkan hasil analisis, faktor utama yang mendorong wargadi dalam Rusunawa dalam menggunakan ruang publik adalah kondisi sarana prasarana, sedangkan faktor utama bagi warga yang tinggal di luar Rusunawa adalah aksesibilitas.