Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mekanisme Tindak Tutur Imperatif pada Sidang Gugatan Cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi Nenden Liska Gipari
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v5i2.10961

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan mekanisme tindak tutur imperatif dalam sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi berdasarkan kajian pragmatik. Analisis dilakukan terhadap 27 data tindak tutur imperatif yang berasal dari tiga sidang gugatan cerai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk mendeskripsikan mekanisme tindak tutur imperatif yang terdapat dalam sidang gugatan cerai. Berdasarkan data tindak tutur imperatif yang terjaring, terdapat tiga masalah yang perlu diidentifikasi, yaitu (1) konteks yang melatari sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi, (2) wujud tindak tutur imperatif yang digunakan dalam sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi, dan (3) jenis kalimat imperatif yang digunakan dalam sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi. Paparan pada penelitian ini meliputi tiga hal pokok yang digunakan untuk mendeskripsikan masalah. Pertama, konteks yang melatari sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi. Kedua, wujud tindak tutur imperatif berdasarkan bentuk formal kalimatnya, yaitu tindak tutur langsung. Ketiga, jenis kalimat imperatif dalam sidang gugatan cerai dikelompokkan berdasarkan bentuk formalnya, yaitu (1) kalimat imperatif biasa dan (2) kalimat imperatif suruhan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konteks yang melatari sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Sukabumi berpengaruh terhadap pemilihan wujud dan jenis kalimat imperatif yang digunakan.
Strategi Pengembangan Kualitas UMKM Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dusun IV Desa Wargaluyu Kabupaten Bandung Nenden Liska Gipari; Dina Awaliah Deswita; Mohamad Rafli Fauzi; Mohammad Akmal Baihakhi
Community Empowerment : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Community Empowerment : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Fisip UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/commen.v1i2.641

Abstract

The people of Dusun IV Wargaluyu Village have a variety of business potential originating from agricultural and plantation products. However, the efforts carried out have not been optimal, so that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) activities have not been able to develop well and expand their businesses. This has resulted in many business actors closing their businesses. The problems currently being faced by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Hamlet IV Wargaluyu Village are lack of capital and limited product marketing. The community service method is carried out using steps based on community empowerment (Sisdamas). The aim of this program is that it is hoped that it can build the village economy through MSMEs, improve the quality of their processed products, and create jobs for the community. The strategy that can be implemented in an effort to develop the quality of MSMEs in Dusun IV Wargaluyu Village is to provide training to MSME actors related to Branding and Social Media Marketing.