Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Buku Panduan Teknik Karakterisasi Material : X-ray Diffractometer (XRD) Panalytical Xpert3 Powder Rodhotul Muttaqin
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.78970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Panduan Teknik Karakterisasi Material: X-Ray Diffractometer (XRD) di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. Buku panduan yang dikembangkan merupakan salah satu solusi bagi mahasiswa maupun peneliti dalam memahami karakteristik material dengan perangkat X-Ray Diffractometer (XRD). Materi dasar yang disajikan dalam buku panduan berisi tentang prinsip dasar difraksi sinar-X, struktur kristal, aplikasi difraksi sinar-x. Bagian khusus dari buku panduan yang dikembangkan adalah membahas teknik karakterisasi material dengan alat XRD Merk Malvern Panalytical type Xpert3 Powder. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. Penelitian riset dan pengembangan (Research and Development) yang dilakukan ini menggunakan metode ADDIE. Metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) adalah suatu pendekatan dalam desain instruksional yang digunakan untuk mengembangkan program pembelajaran yang efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan angket untuk mengetahui validitas dan kelayakan buku panduan yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengembangan Buku Panduan telah mengikuti 5 langkah Model ADDIE seperti Analisis (Analyze), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implemetation), dan Evaluasi (Evaluation). (2) Hasil uji validasi ahli isi buku termasuk dalam kriteria valid dengan rata-rata skor 78,1. (3) Hasil uji kelayakan yang dilakukan termasuk dalam kriteria layak dengan rata-rata skor 81.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Radiasi Sinar-X Berbasis Internet of Things (IoT) Rodhotul Muttaqin; Wasi Sakti Wiwit Prayitno; Natalia Erna Setyaningsih; Upik Nurbaiti
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Vol.8, No.1, Januari 2026
Publisher : UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jplp.8.1.1-12

Abstract

Excessive exposure to X-ray radiation can be harmful to human health; therefore, it is important to regularly monitor its intensity, especially in laboratories equipped with ionizing radiation facilities. This research aims to develop an X-ray radiation monitoring system designed to measure radiation levels in the Material Characterization Unit of the Physics Laboratory at Universitas Negeri Semarang. The research method refers to the prototype model, which consists of several stages: communication, quick planning, quick design modeling, and prototype construction. This monitoring system is essential due to the presence of an X-Ray Diffractometer (XRD) machine, which serves as a source of ionizing radiation.The developed system consists of an X-ray radiation detector integrated with an ESP32 microcontroller that transmits data to a cloud server via a Wi-Fi protocol. The radiation detector used in this monitoring system is a Geiger-Müller counter. The measured radiation data can also be displayed on an OLED 128x64 screen. Data acquisition is recorded online using the Google Sheets Application Programming Interface (API), enabling real-time data logging. Experimental results of radiation measurements inside the XRD unit show a radiation dose of 319.2 µSv at a distance of 30 cm from the tube at an angle of 30°, while environmental radiation measurements indicate a dose of 0.815 µSv. The monitoring system’s measurements were compared with those obtained from a standard survey meter, Ludlum Model 3. The results demonstrate that the developed system is capable of measuring X-ray radiation in real-time and can be effectively used for X-ray radiation monitoring.