Luka kronis adalah luka yang membutuhkan waktu lebih lama dari proses normal penyembuhan luka, disebabkan adanya gangguan selama proses penyembuhan luka. Pelayanan keperawatan yang diberikan secara menyeluruh salah satunya adalah perawatan luka yang harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap. Prosedur perawatan luka ini bertujuan agar mempercepat proses penyembuhan dan bebas dari infeksi. Metode perawatan luka secara herbal diantaranya dengan menggunakan larutan daun sirih merah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan daun sirih merah 40% terhadap jumlah koloni dan eksudat pada luka kronis pasien home care di wilayah Banyumas. Studi ini merupakan case series yang mengikutsertakan 6 responden dengan luka kronis dengan perawatan luka di rumah. Perawatan luka dengan larutan daun sirih merah 40% sebagai bahan pencuci luka dilakukan sebanyak 3 kali dalam 1 minggu. Koloni bakteri dan jumlah eksudat diambil sebelum dilakukan perawatan luka 1 (pre-test) dan setelah perawatan luka ke 2. Sampel dianalisis di laboratorium Farmasi UMP. Analisis data yang digunakan dalam penellitian ini menggunakan Uji T- test. Hasil penelitain menunjukan bahwa usia responden dengan rata-rata 66,53 tahun dengan jenis kelamin yang paling dominan perempuan (66,7%). Penghitungan jumlah koloni bakteri sebelum diberikan terapi dengan larutan daun sirih merah 40% adalah 1266.67 ± 152.75. Sedangkan setelah diberi larutan daun sirih merah dengan 1x pengukuran adalah 1040.00 ± 495.17 (p value=0.325). Mengikuti sedikit penurunan koloni bakteri, jumlah eksudat juga berkurang. Meskipun terjadi penurunan jumlah koloni bakteri, namun secara statistik jumlahnya tidak signifikan. Namun larutan tersebut masih dapat digunakan sebagai alternatif larutan berbahan dasar herbal untuk membersihkan luka kronis yang terinfeksi dalam pengobatan luka.