Silvana Gratia Dewi Rengkung
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY AREA LAHENDONG KOTA TOMOHON Silvana Gratia Dewi Rengkung; Paul A. T. Kawatu; Marsella D. Amisi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.12907

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa tidak diharapkan tetapi tidak terjadi kebetulan melainkan ada penyebabnya. Faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja ada dua yaitu faktor manusia dan faktor lingkungan. Kelelahan merupakan salah satu faktor manusia penyebab kejadian kecelakaan kerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja di PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. Jenis penelitian menggunakan survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 pekerja lapangan dari bagian HSSE, maintenance dan operation, dengan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni - November 2022. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kecelakaan kerja serta Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian diperoleh dengan uji statistik yaitu nilai p = 0.348 (p > 0.05), artinya kelelahan kerja tidak berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja di PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong Kota Tomohon. Hal ini karena faktor penyebab kecelakaan kerja di PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong bukan diakibatkan oleh kelelahan kerja melainkan dari faktor lain yaitu pekerja yang kurang hati-hati dan kurang teliti dalam bekerja, alat pelindung diri (APD) tidak digunakan saat bekerja serta kecelakaan yang disebabkan oleh mesin.