Hipertensi terjadi pada lansia disebabkan asupan lemak, natrium yang tinggi, merokok, kurang olahraga, kualitas tidur yang rendah, dan kurang melakukan aktivitas fisik. Pencegahan yang bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas fisik teratur, kurangi berat badan, manajemen diet, pembatasan sodium, diet kalsium serta magnesium, membaca label makanan sehat, dan kurangi stress. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 tahun 2020 terdapat 5.344 orang yang menderita hipertensi. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 orang warga yang datang ke posyandu lansia kelurahan Kampung Jawa. Setelah dilakukan aktivitas fisik sedang (senam) terdapat 6 orang yang mengalami peningkatan tekanan darah, 2 orang yang mengalami penurunan tekanan darah, dan 2 orang lagi tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik lansia dengan tekanan darah. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan design penelitian deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 99 responden di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1. Variabel independen dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik lansia, sedanngkan variable dependennya yaitu tekanan darah. Data dianalisis melalui spearman rho test. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik lansia berada pada kategori sedang yaitu 67 responden (67,68%), tingkat hipertensi lansia berada pada kategori Hipertensi grade 1 yaitu 32 responden (32,32%). Hasil uji spearman rho menjelaskan bahwa p=0,511, yang artinya tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia. kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia.