Fiki Nur Alfi Fitri
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DESKRIPSI PENYAKIT KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI DI PROVINSI BALI TAHUN 2019-2021 Fiki Nur Alfi Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13802

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tidak sedikit kasus DBD yang dilaporkan oleh 34 provinsi dan 514 kabupaten di Indonesia. Manusia merupakan host alami DBD, agentnya adalah virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Sela tahun 2019-2021, Provinsi Bali selalu masuk 3 besar provinsi dengan IR tertinggi dan melebihi angka IR nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah kasus DBD yang terjadi di Provinsi Bali tahun 2019-2021 berdasarkan pendekatan epidemiologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan desain studi. Sumber data penelitian adalah data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2019- case series 2021. Dari hasil penelitian didapatkan mayoritas demam berdarah dengue terjadi pada laki-laki (57,4%; 56,95; 56,7%) selama 3 tahun berturut-turut. Kabupaten/kota di Provinsi Bali memiliki risiko yang sama untuk terjadi kasus DBD. Pada tahun 2019-2021, Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi di Provinsi Bali (1.631; 3.402; 1.023 kasus) dan dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Kenaikan kasus DBD paling tinggi ketika pandemi Covid-19 yang mencapai 12.082 kasus. Peningkatan kasus ini menyebabkan peningkatan angka IR (278,6%), namun untuk angka CFR Provinsi Bali selalu sama di bawah 1% (0,2%). Kesimpulan dari penelitian adalah Bali merupakan daerah endemis DBD, yang pola kejadian tahun 2019-2021 tertinggi pada laki-laki, dengan angka IR yang sangat tinggi tetapi CFR yang sangat rendah.