Achmad Supandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Designing The Government Institution Performance Accountability System Implementation Using Soft Systems Methodology Approach, Study At The BMKG Indonesia Achmad Supandi; Anni Arumsari Fitriany
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 03 (2024): Education and Sosial science, June - August 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i03.2582

Abstract

His study aims to explore the factors that support or inhibit the implementation of the Government Institution Performance Accountability System (SAKIP) at the Meteorology, Climatology and Geophysics of the Republic of Indonesia (BMKG). This study uses the Soft Systems Methodology to ensure a systematic and comprehensive approach to this study. The findings show that compliance with laws and regulations, mutual agreement in compiling Government Agency Performance Accountability Reports (LAKIP), and strong leadership commitment are key factors supporting the implementation of SAKIP at BMKG. conversely, the use of ineffective performance management applications and inadequate organizational capacity are factors inhibiting the implementation of SAKIP at BMKG.
SINERGI PENGETAHUAN KEBENCANAAN DAN LAYANAN PUBLIK: MODEL ADOPSI SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN (KMS) BMKG BERDASARKAN PEMBELAJARAN DARI BEST PRACTICE KOMPARATIF Achmad Supandi
Jurnal Widya Climago Vol 7 No 1 (2025): Transformasi Pengembangan SDM melalui Inovasi Model Pembelajaran dan Digital Lear
Publisher : Pusat Pengembangan SDM MKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan institusi strategis nasional yang sangat bergantung pada pengetahuan teknis dan data real-time dalam menjalankan fungsi mitigasi bencana secara efektif dan akurat. Dalam konteks kebencanaan yang dinamis, tantangan utama terletak pada bagaimana mengelola pengetahuan kebencanaan yang bersifat eksplisit maupun tacit agar dapat tersinergi secara optimal dengan layanan publik yang responsif dan berbasis bukti. Pengelolaan pengetahuan yang tidak terstruktur berisiko menghambat kecepatan pengambilan keputusan, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan berbasis data yang valid. Artikel ini bertujuan merumuskan model adopsi Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) bagi BMKG melalui studi komparatif best practice dari PT Sucofindo yang menawarkan kerangka struktural pengelolaan pengetahuan, serta PT KAI yang memberikan pelajaran penting mengenai tantangan budaya organisasi dalam implementasi KMS. Pendekatan komparatif ini diperkuat dengan analisis survei kepuasan pengguna (N=40) guna memperoleh gambaran empiris mengenai kebutuhan dan persepsi pengguna terhadap sistem yang ada saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tingkat kepuasan umum pengguna tergolong tinggi (60%), masih terdapat kendala signifikan pada aspek responsivitas teknologi yang dinilai lambat oleh 40% responden, serta adanya stagnasi dalam pembaruan konten yang berpotensi menurunkan relevansi informasi dari waktu ke waktu. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pembenahan menyeluruh pada infrastruktur teknologi dan mekanisme pengelolaan konten secara berkelanjutan. Model adopsi yang diusulkan menekankan pada penguatan pilar People melalui pembentukan Community of Practice (CoP) yang mampu mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan global ke dalam konteks lokal BMKG, serta formalisasi proses knowledge submission sebagai upaya sistematis untuk menjaga dan mengembangkan aset intelektual organisasi secara berkesinambungan