Firdaus Al Kamil
Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pemerintah Desa Dalam Penggunaan Dana Pembangunan Infrastruktur Di Blok Gombangan Desa Sanca Kecamatan Gantar Abdur Rahim; Firdaus Al Kamil; Lukman Hakim
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i3.1973

Abstract

Pada penelitian ini, penulis meneliti masalah pembangunan infrastruktur di sebuah Desa. Dalam penelitian disana Masyarakat Desa mengeluhkan kondisi jalan desa tanpa adanya penerangan jalan serta air bersih karena lokasi desa yang terletak di pelosok. Hal ini memaksa pemerintah desa untuk membuat program pembangunan desa yaitu pengadaan lampu jalan dan pembuatan sumur bor dengan tujuan untuk mensejahterakan warga desa. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif yang terfokus pada obyek yang di teliti. Fokusnya dearah pemerintah dan masyarakat blok Gombangan desa Sanca, dengan mengunakan wawancara sebagai cara untuk mengumpulkan data di lapangan. Salah satu jenis wawancara yang digunakan penulis di lapangan yaitu wawancara terstruktur. Hasilnya di lapangan dengan berbagai pertanyaan wawancara mereka mengatakan bahwa di desa tersebut mengalami masalah air bersih karena lokasi desa berada di pelosok, sehingga memaksa masyarakat desa berusaha mencari air bersih ke sungai terdekat. Hal tersebut memaksa pemerintah desa untuk melakukan pembangunan desa. Pembangunan desa di masukan kedalam dokumen RPJMDes mereka tahun 2022, dalam dokumen tersebut berisi pembangunan sumur bor dengan jumlah Rp200.000.000, jumlah dana tersebut untuk membeli material, 10 unit tiang jalan, alat pengeboran air yang berjumlah 1 unit, serta upah pekerja. Program pemerintah mereka pun terealisasi di tahun 2022. Namun masalahnya, meskipun sudah siap melakukan pembangunan, titik koordinat pemasangan tiang jalan serta pengadaan sumur bor bermasalah pada kondisi tanah, sehingga memaksa pemerintah desa mencari titik koordinat yang tepat.