SRI JUMIATI
MAN Paser

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ETNOSAINS TERINTEGRASI KE DALAM PELAJARAN IPA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN ENERGI TERBARUKAN DI MAN PASER SRI JUMIATI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2129

Abstract

This researchis in the form of implementing integrated ethnoscien celearning into scien celess on son biodiversity and renewable energy at MAN Paser. Theaims are 1) to describe the implementation of in tegrated ethnoscien celearning into scien celessons on biodiversity and renewable energy at MAN Paser, 2) to describe the constra in tsofimplementing integrated ethnoscien celearning into scien celessonson biodiversity and renewable energy at MAN Paser. In achievingthisgoal, researchwascarriedout in the villaje ofKlempang Sari whichis a mangrove tourism object. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation. The collection instrument swere observation sheets, interview checklists, and documentation checklists. The data that has been collected is then analyzed, coded, and concluded. The result of his resear chis that ethnoscien celearning is integrated into scien celessonson biodiversity and renewable energy which is carried out in mangrove tourism which consist so finitial, core and closing activities that can be carriedout. In addition, there are obstacles in implementing this learning in the form of monkeys disturbing learning activities, lack of information boards that prevent visit or sfrom knowing the type sof plants in mangrove tourism, the absen ceof a tour gate also causes limited information. By educators and students is anobstacle in finding information about existing plants, the last is the condition of the mangrove tourism area whichis in a brackish wáter river area that experiences ups and down smaking researchers unable to go down to the Riverside area. From some of the seobstacles, learning can stilltake place and students feelenthusiastic and notdisturbed. ABSTRAKPenelitian ini berupa implementasi pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan di MAN Paser. Tujuannya 1) mendeskripsikan implementasipem belajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energiterbarukan di MAN Paser, 2) mendeskripsikan kendala-kendala implementasi pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan di MAN Paser.Dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian di desa Klempang Sari yang merupakan objek wisata mangrove. Pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan berupa lembar pengamatan, lembar daftar wawancara, dan daftar ceklist dokumentasi. Data yang telah dikumpul lalu dianalisis, pengkodean, dan simpulkan. Hasil penelitiannya ialah pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan yang dilaksanakan di wisata mangrove yang terdiri dari kegiatan awal, inti dan penutup dapat terlaksana.Selain itu, terdapat kendala dalam mengimplementasikan pembelajaran tersebut berupa terdapat kawanan monyet yang menganggu kegiatan pembelajaran, kurangnya papan informasi yang membuat para pengunjung tidak dapat mengetahui macam-macam tumbuhan yang ada di wisata mangrove, keberadaan toure gate yang tidak ada juga menyebabkan keterbatasan informasi yang dimiliki oleh pendidik dan peserta didik menjadi kendala dalam mengetahui informasi tentang tumbuhan yang ada, terakhir adalah kondisi area wisata mangrove yang berada di daerah perairan sungai air payau yang mengalami pasang surut membuat para peneliti tidak bisa turun ke area pesisiran sungai. Dari beberapa kendala tersebut, pembelajaran tetap dapat berlangsung dan peserta didik merasa antusias dan tidak terganggu.
BEST PRACTISE PEMBIMBINGAN SISWA MAN PASER DALAM MENGIKUTI OLIMPIADE BIOLOGI INDONESIA (OBI) DENGAN METODE DRILL SOAL SRI JUMIATI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i1.2123

Abstract

This Best Practice is the result of the best experience in coaching MAN Paser students in participating in the Indonesian Biology Olympiad (OBI) using the drill questions method. The implementation methodology that we use is the Drill method, because in an effort to guide students so they can take part in the Indonesian Biology Olympiad (OBI) competition. The Drill method used is that students work on practice questions repeatedly, structured and comprehensive. Then students will have regular study and discipline habits, this happens because of the repetitions that are done. The students in this implementation were students in grades 10, 11 and 12 of IPA MAN Paser, totaling 1 grade 10 student, two grade 11 students, and two grade 12 students. Guidance with the drill method method can prove that MAN Paser students are successful in get medals and certificates. The medals won were 2 bronze medals, 1 silver medal and prizes in the form of souvenirs, as well as study tours to several tourist attractions in the city of Bandung. ABSTRAKBest Practise ini merupakan hasil pengalaman terbaik dalam pembinginan siswa MAN Paser dalam mengikuti Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) dengan menggunakan metode drill soal. Metotologi pelaksanaan yang kami gunakan adalah menggunakan metode Drill, karena dalam upaya membimbing siswa agar dapat mengikuti lomba Olimpiade Biologi Indonesia (OBI). Metode Drill yang digunakan adalah siswa mengerjakan soal-soal latihan secara berulang-ulang, terstuktur, dan konferhensif. Kemuadian siswa akan memiliki kebiasaan belajar dan disiplin secara rutin, ini terjadi karena pengulangan-pengulangan yang dilakukan. Siswa dalam pelaksanaan ini merupakan siswa kelas 10, 11, dan 12 IPA MAN Paser yang berjumlah 1 orang siswa kelas 10, dua orang siswa kelas 11, dan dua orang siswa kelas 12. Bimbingan dengan metode drill soal dapat membuktikan bahwa siswa MAN Paser berhasil dalam mendapatkan medali dan sertifikat. Medali yang didapatkan adalah 2 medali perunggu, 1 medali perak dan mendapatkan hadiah berupa Souvenir, serta study tour ke beberapa tempat wisata di Kota Bandung.