Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Literatify : Trends in Library Development

Peran Pustakawan dalam Pengembangan Literasi Informasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar: Indonesia Fatri Ardiansyah; Harianto; Nasrullah
Literatify: Trends in Library Developments Vol 4 No 1 (2023): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v4i1.36497

Abstract

Abstract This study exmines the role of librarians in developing information literacy in the library of the Muhammadiyah University of Makassar. The background in this research is based on the current situation where university libraries rarely teach informtion literacy to users. As for the main problem in this research is “the role of librarians in developing information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar”. From the subject matter above the researcher divided into 2 problems, namely: first how the role of librarians in developing information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar. And the second is the development of the information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar. This type of research is a qualitative descriptive study and a systematic managerial approach, where data is collected by using observation, interviews and documentation as well as using data management and analysis techniques which are carried out through four stage, namely data collection, data reduction, data presentation and taking conclusions. The role of librarians in developing information literacy is quite good, seeing librarians have carried out their functions as educators in educating librarians in literacy and managing information needed by the librarians. As an adminisrator, providing good services, in this case the provision of digital services, journals and a convenient place for the running of information literacy programs. As a supervisor, supervises and provides guidance to user. Whereas in the development of information literacy, each skill has gone well looking at the contribution of librarians in educating and applying skills in information literacy, starting from identifying information needs, tracking management tools, publicizing and using technology. As an implication, it is expected that a new breakthrough in the development of informtion literacy is needed to make this information literacy as a basic course, librarians must also be more creative in educating librarians and librarian also need to improve their competence. Keywords: information literacy.college’s library, librarian
Hak Kebutuhan Informasi Sebagai Sumber Belajar Bagi Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Maros Nasrullah Nasrullah
Literatify: Trends in Library Developments Vol 4 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v4i2.41194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran petugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Maros dalam memberikan hak kebutuhan informasi kepada anak binaan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur terhadap tiga informan yang merupakan petugas LPKA Maros. Selain itu, observasi lapangan juga dilakukan untuk memahami implementasi dari peran fasilitator akses informasi yang dimainkan oleh petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas LPKA Maros memainkan peran penting sebagai fasilitator akses informasi. Mereka menyediakan sumber belajar seperti perpustakaan, mengadakan kegiatan belajar bahasa, dan kegiatan aksara Al-Qur'an. Selain itu, mereka juga menjadi pendamping dalam proses pembelajaran, memberikan bimbingan, menjelaskan konsep-konsep, dan membantu anak binaan dalam memahami materi pendidikan.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas, termasuk sarana dan prasarana kurang memadai, terbatasnya keahlian petugas, dan kurangnya kesadaran anak binaan. Kendala-kendala ini mempengaruhi efektivitas dari peran petugas dalam memberikan hak kebutuhan informasi kepada anak binaan. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pengembangan pendidikan di LPKA dan lembaga serupa. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk perbaikan praktik-praktik pendidikan yang ada dan penguatan peran petugas sebagai fasilitator akses informasi. Selain itu, pemahaman tentang kendala-kendala yang dihadapi juga dapat membantu dalam merancang strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut sehingga hak kebutuhan informasi anak binaan dapat dipenuhi dengan lebih baik.