Siti Rahmah Kurnia Ramdan
STIKes Muhammadiyah Ciamis

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pharmacy Genius

Formulasi dan Evaluasi Sabun Cair Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L ) dan Uji Iritasi Dengan Basis Minyak Zaitun (Olive Oil ) Dini Umayati; Davit Nugraha; Siti Rahmah Kurnia Ramdan
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 2 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i2.279

Abstract

Pendahuluan: Secara empirik bagian tanaman jambu biji yang dapat berkhasiat sebagai obat tradisional adalah daun dan buahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi dari sediaan sabun mandi cair dari ekstrak daun jambu biji ( psidiium guajava L ) Untuk mengetahui formulasi dengan ekstrak daun jambu biji mana yang memenuhi standar. Metode: Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun dikonsentrasi tiga formulasi, formulasi 1 (1%), formulasi 2 (1,4%),dan formulasi 3(1,8%). ekstrak daun jambu (Psiidium guajava L), mendapatkan formulasi dari tiap masing-masing konsentrasi ekstrak daun jambu biji (Psiidium guazava L), di lakukan pengevaluasian yang terdiri dari uji organoleptik yang meliputi melihat bentuk dari sediaan sabun mandi cair tersebut, (warna, kejernihan, bau), kemudian di lakukan uji ph, dengan menggunakan PH meter dan di lihat uji tinggi busa, dan uji viskositas, yang menguji kekentalan sabun. Hasil:  Dalam formulasi, bahan tambahan yang digunakan yaitu Minyak zaitun, KOH, NaCMC, Asam Stearat, BHT, konsentrasi bahan-bahan tersebut sama untuk F1,F2 dan F3. Minyak zaitun dengan konsentrasi 15% membantu sabun menjadi kualitas tinggi memiliki warna kekuningan sabun. KOH dengan konsentrasi 16% berfungsi sebagai membantu proses saponifikasi dan mempengaruhi karakteristik mutu sabun diantaranya kadar asam lemak bebas dan alkali bebas. NaCMC dengan konsetrasi 1% berfungsi sebagai pengisi dan pengental. Asam Stearat dengan konsentrasi 0,5 % berfungsi sebagai menetralkan basis sabun. BHT dengan konsentrasi 1% berfungsi sebagai pencegah bau tengik Kesimpulan:  Dari ke empat Formula sediaan sabun mandi cair ekstrak daun jambu biji untuk F0 tidak memenuhi syarat uji iritasi basis sabun dan F1 (ekstrak 1 gram) memenuhi syarat uji Organoleptis, uji pH, uji stabilitas busa, Uji iritasi memenuhi karakteristik sabun cair . Untuk FII (ekstrak 1, 4 gram) tinggi busanya tidak stabil dan belum memenuhi syarat stabilitas busa dan untuk FIII (ekstrak 1,8 gram) memiliki pH sabun dengan rentang yang tinggi dan belum memenuhi standar SNI pH yaitu 9-11.
Optimasi Fase Gerak pada Isolasi dan Identifikasi Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) Siti Rahmah Kurnia Ramdan; Vivit Fitriah
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 2 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i2.280

Abstract

Pendahuluan: Ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan gizi utama karbohidrat dan nutrisi lainnya diantaranya serat, dan pektin. Kandungan lain yaitu adanya pigmen antosianin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antikarsinogenik, antmutagenik dan sebagai pewarna alami. Antosianin merupakan zat larut air dan merupakan turunan mono atau diasetil 3-(2-glukosil)glukosil-5-glukosil peonidi dan sianidin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi fase gerak pada isolasi antosianin dari ubi jalar ungu dengan tiga variasi eluen yaitu eluen I: n-butanol:asam asetat:air (4:1:5 ), eluen II n-Butanol : Asam asetat : Air (1:5:4) dan n-Butanol : Asam asetat : Air (5:4:1). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kromatografi kolom untuk proses pemisahan pigmen antosianin dan kromatografi lapis tipis untuk identifikasi senyawa. Selanjutnya dilakukan identifikasi menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil: Hasil dari  isolasi antosianin pada ekstrak ubi jalar ungu dengan menggunakan kromatografi kolom diperoleh waktu pemisahan dan nilai Rf yang berbeda-beda dari setiap variasi eluen. Eluen paling baik adalah eluen II dengan waktu pemisahan 16 menit 15 detik dan nilai Rf sebesar 0,5 cm, kemudian eluen I dengan waktu pemisahan 18 menit 32 detik dan nilai Rf sebesar 0,7 cm dan eluen III dengan waktu pemisahan 12 menit 36 detik dengan nilai Rf 0,4. Kesimpulan: Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa eleun paling optimal pada isolasi antosianin ubi jalar ungu adalah eluen II.
Penetapan Kadar Antosianin Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Metode Differensial pH Ramdan, Siti Rahmah Kurnia; Alviansyah, Aldi
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.306

Abstract

Pendahuluan: Antosianin merupakan keluarga besar polifenol yang menunjukkan pigmen  pada berbagai jenis  buah-buahan dan tanaman di alam. Pigmen yang ditunjukkan yaitu merah, merah jambu, biru dan ungu. Antosianin bertanggung jawab terhadap adanya warna biru dari bunga telang. Berbagai manfaat yang dimiliki antosianin bagi kesehatan diantaranya sebagai proteksi DNA, antiinflamasi, anti kanker, antioksidan, antidiabetes, mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit neurodegeneratif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang. Metode: Penentuan kadar antosianin pada ekstrak etanol  bunga telang dilakukan dengan metode differensial pH dengan menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 510 nm dan 700 nm. Hasil: Kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang yang dilakukan pada penelitian ini dengan metode differensial pH diperoleh sebesar 0,853%. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar antosianin bunga telang dari hasil ekstraksi maserasi dengan  pelarut etanol 70% cukup tinggi dan berpotensi sebagai salah satu sumber obat bahan alam dan sebagai pewarna alami.
Uji Aktivitas Antioksidan Seduhan Bunga Telang (Clitoria ternatea L) Dengan Metode DPPH Ramdan, Siti Rahmah Kurnia
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.328

Abstract

ABSTRAK   Pendahuluan: Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang memiliki pigmen ungu yang mencolok. Warna ungu dari tanaman ini disebabkan karena adanya kandungan antosianin yang dikenal aktivitas antioksidaanya yang sangat baik.  Minuman sari bunga telang dapat dibuat dengan cara penyeduhan pada suhu tertentu. Aktivitas antioksidan dari dekokta bunga telang dapat diketahui dengan berbagai metode diantaranya menggunakan  metode DPPH (2.2 diphenyl-1-picrylhydrazil). Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan seduhan bunga telang dengan aquades pada suhu 50oC dengan menggunakan metode DPPH. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan membuat dekokta bunga telang pada suhu 50oC dengan mengukur daya hambatnya terhadap senyawa DPPH sebagai radikal bebas yang ditunjukkan oleh nilai absorbansi dari hasil rekasi dibandingkan dengan larutan kontrol dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400-800 nm. Hasil: Hasil penelitian ini berupa nilai absorbansi dan persen penghambatan dekokta bunga telang terhadap senyawa DPPH, aktivitas antioksidan ditunjukkan oleh nilai IC50 yaitu konsentrasi yang yang mampu menghambat 50% radikal bebas.  Dari hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas antioksidan dekokta bunga telang pada suhu 50oC memiliki aktivitas sedang. Kesimpulan: Dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa dekokta bunga telang memiliki aktivitas antioksidan sedang yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.