ABSTRAK Latar Belakang: Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan hilangnya neuron dopamin di substansia nigra pars compacta. Saat ini ada beberapa agen manajemen untuk mengobati penyakit parkinson, namun hanya mengobati gejalanya saja bukan faktor pemicunya. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) adalah komponen bioaktif teh hijau yang paling terkenal (misalnya, Camellia sinensis) yang berpotensi mencegah penyakit Parkinson (PD). Untuk mengoptimalkan efek antioksidan, EGCG harus dienkapsulasi dengan nanoliposom sebagai sistem pengiriman untuk melindungi stabilitas dan bioaktivitasnya. Tujuan: Mengetahui efektivitas Epigallocatechin-3-gallate dengan mikroenkapsulasi nanoliposom dalam mencegah penyakit parkinson. Metode: Tinjauan ini menggunakan mesin pencari seperti Pubmed dan Sciencedirect untuk mencari artikel. Kata kunci utama yang digunakan dalam proses pencarian ini adalah “Epigallocatechin-3-gallate”, “Pencegahan”, dan “Penyakit Parkinson” menggunakan operator boolean untuk mendapatkan hasil pencarian yang terstruktur. Kami menemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi didasarkan pada kerangka PICOS yang berisi lima dimensi, yaitu population (pasien parkinson, model kultur sel parkinson, model hewan penyakit parkinson), intervention (Epigallocatechin-3-gallate atau EGCG), comparison (kontrol), outcome ( perbaikan gejala parkinson atau penurunan progresivitas penyakit parkinson, dan study design (eksperimental) Hasil dan Pembahasan: EGCG terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyakit parkinson. Penelitian lain menyatakan bahwa penggunaan nanoliposom sebagai agen mikroenkapsulasi terbukti efektif dalam mempertahankan viabilitas EGCG. Kesimpulan: EGCG dengan mikroenkapsulasi nanoliposom terbukti efektif dalam mencegah penyakit parkinson. Kata kunci: Epigallocatechin-3- gallate, Nanoliposom, Neuroprotektif, Penyakit Parkinson