Kusuma W, Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MOTIVASI MASYARAKAT PALANGKA RAYA DALAM PELAKSANAAN TRADISI MENUNGGU KUBURAN DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM W, Kusuma
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 9, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.609 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa yang melatarbelakangi masyarakat Palangka Raya melaksanakan tradisi menunggu kuburan, tata cara proses pelaksanaan menunggu kuburan, tinjauan Islam tentang tradisi menunggu kuburan di Palangka Raya.Metode dalam penelitian ini penulis mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berusaha mengerti dan memahami suatu peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam studi tertentu. Dalam menentukan subjek penelitian ini, penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti mengambil subjek penelitian di masyarakat berdasarkan kriteria tertentu.Dari  penelitian  yang  telah  dilakukan  berdasarkan  prihal  yang  melatar belakangi dan motivasi masyarakat Palangkaraya dalam pelaksanaan tradisi menunggu kuburan adalah disebabkan (1) Tradisi turun-temurun dilaksanakan dan (2) Merupakan wujud ikhtiar keluarga agar keluarga dimudahkan dan diampuni dosanya serta dilindungi dari azab kubur. Pada pelaksanaan menunggu kuburan dilaksanakan  (1)  Membaca  Alqur’an  sampai  30  juz  selama  3  hari  menunggu kuburan  (2)  diadakan  acara  batamat  (khatmul  qur’an).  Batamat  merupakan prosesi   terakhir   dalam   tradisi   ini   di   dalamnya   pelaksanaannya    keluarga menyiapkan piduduk dan nasi ketan. Dalam pelaksanaannya penulis menemukan etika atau perilaku yang tidak dapat dibenarkan yang dilakukan oleh orang yang menuggu kuburan yaitu tidur di atas kubur. Menurut tinjauan hukum Islam tradisi ini dikategorikan  sebagai adat (‘urf). Urf  dalam pelaksanaan tradisi menunggu kuburan, urf terdiri dua macam yaitu ‘urf shahih dan‘urf fasid. Tradisi menuggu kuburan ini dapat dikatakan urf Shahih disebabkan:1) Tradisi ini bertujuan ikhtiar dari hamba Allah SWT yang lemah, dengan mendo’akan  yang orang yang ada dalam kubur agar Allah memberi rahmat untuk orang yang meninggal 2)  Bertujuan Agar menjaga kuburan agar tidak dicuri. 3)  Tidak  mengakibatkan  mudharat  bagi  yang  melaksanakan  tradisi  menunggu kubur,          Sedangakan   Tradisi   menuggu   kuburan   ini   dapat   dikatakan   urf   fasid disebabkan:1) Terdapat unsur mudharat bagi orang yang menunggu kuburan, seperti dalam pelaksanaannya orang yang menunggu kuburan jadi sakit. 2)  Didasari dengan niat yang tidak bersandar kepada Allah SWT, yaitu bertujuan agar selama tradisi ini malaikat tidak datang untuk menanyai jenazah di kubur.          Dalam pelaksanaannya tradisi menuggu kuburan ini termasuk ke dalam urf shaheh, disebabkan karena tradisi ini bertujuan menjaga dan mendo’akan kuburan semata-mata mengharapkan perlindungan dari Allah SWT agar keluarga yang meninggal diampuni dosa-dosan.