This Author published in this journals
All Journal Attoriolong
Patahuddin Patahuddin
Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM elfr001110@gmail.com

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemerintahan Huasain Daeng Parani di Kajang Bulukumba, 1949-1968 Elfira Elfira; Patahuddin Patahuddin; M. Rasyid Ridha
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal pemerintahan Husain Daeng Parani di Kajang, perkembangan yang terjadi di masa pemerintahan Husain Daeng Parani di Kajang dan akhir masa pemerintahan Huasain Daeng Parani di Kajang. Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian sejarah dengan menggunakan pedekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mencari informasi, kemudian penyajian data dan terkahir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Awal Pemerintahan Husain Dg Parani yakni pada tahun 1949, tepat diakhir Pemerintahan Karaeng Bapak Daeng Matasa. Pemerintahan karaeng yang dipimpin oleh Karaeng Husaen Dg Parani dirombak menjadi distrik/wilayah yang tetap menjadikan Karaeng Husaen Dg Parani sebagai Kepala distrik atau Kepala Wilayah Kajang, yang kemudian berubah nama menjadi Camat. 2) Pada tahun 1952, memasuki tahun ketiga masa jabatan Husain Dg Parani menjabat sebagai Camat di Kajang, kondisi politik di Sulawesi Selatan khususnya Kajang dalam keadaan darurat akibat pemberontakan DI/TII. Pemberontakan DI/TII berlangsung lama, sekitar 15 tahun lamanya. Kondisi Ekonomi pemerintahan Husein Dg Parani sebagai Camat Kajang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat pemberontakan DI/TII seperti jembatan dan jalan yang rusak, serta kantor camat yang habis terbakar dibangun kembali kemudian pada bidang pendidikan, pengangkatan tenaga pengajar yang terbilang muda dan kurang materi terpaksa dilakukan untuk melahirkan generasi pemegang tongkat estafet dari daerah Kajang. 3) Akhir Pemerintahan Husain Dg Parani di tahun ke 15 masa jabatannya pada tahun 1968 Husein Dg Parani meninggal dunia dan digantikan oleh Sahid Dg Matutu.