Dwi Utari Widyastuti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Sehari-Hari Dan Succesful Aging Pada Lansia Nur Hasanah; Indriatie,; Dwi Utari Widyastuti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i1.26

Abstract

ABSTRAK Indonesia memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia. Peningkatan kuantitas lansia belum tentu diikuti dengan meningkatnya kualitas hidup. Kualitas lansia Indonesia masih dianggap rendah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lansia yang memiliki ketergantungan yang kuat terhadap anak atau keluarga yang lain, dan kurang produktif. Menec (2003) menjelaskan bahwa kesuksesan usia lanjut dapat dilihat melalui aktivitas kesehariannya, dan kesuksesan tersebut akan terus menunjukkan peningkatan apabila lansia melakukan peningkatan mutu dalam aktivitas kesehariannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas sehari-hari dan succesfull aging pada lansia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia berusia 60 tahun ke atas yang terdaftar di Posyandu Lansia Bhakti Pertiwi RW 07 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya pada tahun 2017. Besar sampel penelitian adalah 42 orang, yang diambil menggunakan teknik acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 0,05. Uji laik etik penelitian ini dilakukan melalui Komisi Etik Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang melakukan aktivitas sehari-hari tinggi didapatkan 44,4% di antaranya mengalami succesful aging yang baik, sedangkan pada lansia yang melakukan aktivitas sehari-hari rendah didapatkan 77,8% mengalami succesful aging yang cukup dan 22,2% kurang. Pengujian hiptesis menunjukkan adanya hubungan linier positif yang signifikan antara aktivitas sehari-hari dengan succesful aging pada lansia (p = 0,014). Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan lansia untuk terus mempertahankan aktivitas sehari-hari agar mampu beradaptasi dengan keadaan dirinya maupun keadaan di sekitarnya sehingga akan tercipta masa tua yang bahagia dan sejahtera.
Aktivitas Sehari-Hari Dan Succesful Aging Pada Lansia Nur Hasanah; Indriatie,; Dwi Utari Widyastuti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i1.26

Abstract

ABSTRAK Indonesia memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia. Peningkatan kuantitas lansia belum tentu diikuti dengan meningkatnya kualitas hidup. Kualitas lansia Indonesia masih dianggap rendah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lansia yang memiliki ketergantungan yang kuat terhadap anak atau keluarga yang lain, dan kurang produktif. Menec (2003) menjelaskan bahwa kesuksesan usia lanjut dapat dilihat melalui aktivitas kesehariannya, dan kesuksesan tersebut akan terus menunjukkan peningkatan apabila lansia melakukan peningkatan mutu dalam aktivitas kesehariannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas sehari-hari dan succesfull aging pada lansia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia berusia 60 tahun ke atas yang terdaftar di Posyandu Lansia Bhakti Pertiwi RW 07 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya pada tahun 2017. Besar sampel penelitian adalah 42 orang, yang diambil menggunakan teknik acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 0,05. Uji laik etik penelitian ini dilakukan melalui Komisi Etik Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang melakukan aktivitas sehari-hari tinggi didapatkan 44,4% di antaranya mengalami succesful aging yang baik, sedangkan pada lansia yang melakukan aktivitas sehari-hari rendah didapatkan 77,8% mengalami succesful aging yang cukup dan 22,2% kurang. Pengujian hiptesis menunjukkan adanya hubungan linier positif yang signifikan antara aktivitas sehari-hari dengan succesful aging pada lansia (p = 0,014). Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan lansia untuk terus mempertahankan aktivitas sehari-hari agar mampu beradaptasi dengan keadaan dirinya maupun keadaan di sekitarnya sehingga akan tercipta masa tua yang bahagia dan sejahtera.
Factors That Influence The Occurrence Of Stunting In Toddlers In Jamang Village, Maduran District, Lamongan Farras Rosya; Siswari Yuniarti; Irfany Nurul H; Dwi Utari Widyastuti
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2025): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v3i2.185

Abstract

ABSTRACT Introduction : Stunting is a major obstacle to the growth and development of children under 5 years of age, leading to an increased risk of morbidity and mortality, reduced physical capacity, impaired development, and impaired motor function. If left untreated, it can lead to decreased brain development, impaired intelligence, impaired physical growth, and health problems such as the risk of diabetes, obesity, heart disease, cancer, stroke, and disability in old age. The aim of this study was to identify factors influencing stunting in toddlers.Method:This study employed a quantitative descriptive method. The sample consisted of 35 mothers of stunted toddlers. The sampling technique used was total sampling. Data were collected from May 22nd to 25th at the Jamang Village Toddler Health Post (Posyandu) using a questionnaire.Results and Analysis:The results of this study found that the direct factor causing stunting in toddlers in Jamang Hamlet was that most of the toddlers had experienced moderate or severe infections. Meanwhile, the indirect factor causing stunting was maternal occupation. In fact, stunting was more common in toddlers whose mothers were housewives. Conclusion : Mothers of toddlers are expected to consistently monitor and pay attention to their children's health to ensure their growth and development are not disrupted. Increase awareness through health cadres or healthcare workers by providing health education through various media such as leaflets, posters, and videos. This education includes explanations on how to address stunting in toddlers..