This Author published in this journals
All Journal Agroteksos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL USAHATANI OPTIMAL PADA LAHAN KERING BERIRIGASI AIR TANAH DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Halimatus Sadiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.787

Abstract

To overcome the problem of scarcity of water resources, the NTB Regional Government has built several groundwater irrigation services in East Lombok Regency. Given that the development of surface water irrigation schemes requires a lot of investment, the facilities built by the government must be used massively for the prosperity of the people. In general, the purpose of this study is to build a farming model that can provide the best income for farmers. In particular, the objectives of this study are to: 1) Examine the management system of groundwater irrigation schemes in meeting water needs for farmers. 2) Analyze changes in planting patterns, planting intensity and income of farmers who receive groundwater irrigation scheme services. 3) Build a farming model that can provide maximum income for farmers using groundwater irrigation schemes. 4) Analyze the factors that influence farmers in determining planting patterns. This research will be conducted in East Lombok District on the grounds that East Lombok District has the highest number of groundwater irrigation service schemes. Respondents of groundwater irrigation/pump management were determined by proportional random sampling in 3 villages with the most groundwater irrigation networks. Taking into consideration the distance and field terrain as well as the number of irrigation networks in the 3 villages, 6 management respondents were determined in North Pringgabaya Village, 4 in Labuan Lombok Village and 5 in Gunung Malang Village, so that all respondents managing this groundwater irrigation network amounted to 15 people (groundwater irrigation network). Farmer respondents were then selected based on respondents who managed the selected groundwater irrigation network. From the survey, it was determined that 5 (five) dominant commodities cultivated by farmers were corn, tobacco from the people, chilies, tomatoes and shallots. The number of farmers was set at 30 respondents on each type of crop cultivated, except for tomato plants only found 22 respondents. All respondents amounted to 142 farmers with a distribution of 69 people from North Pringgabaya Village, 40 people from Gunung Malang Village and 33 people from Labuan Lombok Village. The business model is built using a Linear Mathematical Model where the ABQM program is used to solve the solution. The results showed that the infrastructure for providing groundwater/pump irrigation networks was built by the government (subsidies) and management was handed over to the community. Its officers are elected by deliberation. Operational costs are borne by the community at a rate of Rp 35,000-Rp 60,000 per service hour depending on the amount of well water discharge. The provision of groundwater irrigation networks has changed the planting pattern of farmers, from planting once a year in the rainy season only with field rice or corn, to 2 or three plantings, commodities cultivated in addition to corn junga horticultural commodities such as one tomato chili and shallots, and plantation commodities, namely tobacco. The optimization results show that the planting pattern of onions and corn provides the highest income for farmers with a large income reaching Rp. 27,136,137.44. Farm income, land area, capital owned by farmers and the number of workers in the family are factors that determine farmers in choosing planting patterns to be applied.
PROSPEK EKONIMI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LOBSTER SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Halimatus Sadiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i3.863

Abstract

Kecamatan Jero Waru sangat cocok bagi pengembangan budidaya Lobster. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kemmen No.64 tahun 2021 resmi menetapkan Teluk Jukung, Dusun Telong-Elong, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi kampung perikanan budidaya lobster. Dengan penetapan ini diharapkan budidaya Lobster dapat terkoneksi dengan sarana budidaya dan sarana pendukung lainnya serta pasar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis biaya dan manfaat (benefit) usaha budidaya udang lobster dan 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya udang lobster di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang berorientasi pada upaya untuk mengkaji peluang ekonomi budidaya Lobster pada system keramba jaring apung dan dilakukan dengan metode survey. Unit analisis adalah nelayan yang melakukan usaha budidaya udang lobster dengan sistem keramba jaring apung (KJA). 20 responden dipilih dari Desa Jerowaru dan Desa Paremas secara acak. Analisis Pendapatan dan Analisis Finansial dengan kriteria Net Present Value, Internal Rate of Return dan Net B/C digunakan untuk melihat prospek ekonomi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budidaya lobster dapat memberikan keuntungan sebesar Rp 29.629.613 per tahun. Usaha ini sangat layak dilihat dari nilai Net Present Value sebesar Rp 44.096.011selama umur proyek (4 tahun), nilai Internal rate of return sebesar 107,84% dan dan nilai Net B/C sebesar 3.23.
PERAN PEREMPUAN PADA USAHATANI TEMBAKAU DI KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yulia Yulia; Halimatus Sadiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis alokasi waktu kerja dan tingkat upah tenaga kerja laki-laki dan perempuan pada usahatani tembakau di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur; (2) Menganalisis kontribusi pendapatan perempuan yang merupakan istri petani dari usahatani tembakau terhadap pendapatan rumah tangga; (3) Mengetahui kendala yang dialami perempuan dalam berpartisipasi pada usahatani tembakau, khususnya partisipasi akses dan kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis yaitu rumah tangga petani perempuan yang bekerja pada usahatani tembakau di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: 1). Alokasi waktu kerja dan tingkat upah tenaga kerja pada usahatani tembakau di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur diantaranya adalah untuk tenaga kerja laki-laki sebanyak 92,4 HKO dengan total upah sebesar Rp. 5.033.000. Sedangkan untuk tenaga kerja perempuan sebanyak 181,3 HKO dengan total upah sebesar Rp. 6.335.000. Untuk tenaga kerja luar keluarga, penyerapan tenaga kerja laki-laki tertinggi ada pada kegiatan persiapan lahan sebesar 37,45 HKO (40,53%) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 122 orang dan untuk penyerapan tenaga kerja terendah ada pada kegiatan penyemprotan sebesar 7 HKO (7,58%) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 36 orang, sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja perempuan tertinggi ada pada kegiatan penanaman sebesar 44,15 HKO (24,35%) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 138 orang dan penyerapan tenaga kerja terendah ada pada kegiatan penyiangan sebesar 31 HKO (17,10%) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 87 orang. Kemudian untuk tenaga kerja dalam keluarga, curahan waktu kerja laki-laki sebesar 33 HKO dengan curahan waktu kerja tertinggi ada pada kegiatan persiapan lahan sebesar 5,1 HKO (15,45%) dan curahan waktu terendah ada pada kegiatan penyemprotan sebesar 2,1 HKO (6,36%), sedangkan curahan waktu kerja perempuan sebesar 20 HKO dengan curahan waktu kerja tertinggi ada pada kegiatan penanaman sebesar 4,6 HKO (23%) dan curahan waktu kerja terendah ada pada kegiatan penyiangan sebesar 2,75 HKO (13,75%). 2). Kontribusi pendapatan perempuan (istri) dari usahatani tembakau terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur adalah 13,60% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 12.156.408 per tahun. Kontribusi pendapatan perempuan dari seluruh kegiatan produktif baik dari kegiatan usahatani maupun non usahatani sebesar 22,63% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 20.230.808 per tahun. 3). Hambatan atau kendala yang dihadapi oleh perempuan pada usahatani tembakau di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur adalah sulit membagi waktu.