Nugroho Nitiyoso
Medical Department, PT. Kalbe Farma Tbk. Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antivirus untuk Influenza Nugroho Nitiyoso
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 4 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.799

Abstract

Influenza adalah salah satu penyakit infeksi saluran napas yang paling sering, menyebabkan 3 sampai 5 juta kasus berat dan 250.000 sampai 500.000 kematian setiap tahun (WHO). Vaksinasi influenza dapat mengurangi risiko influenza, sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tahun. Pengobatan influenza biasanya simptomatik, suplementasi, dan istirahat. Ada beberapa obat antivirus untuk influenza, seperti: oseltamivir, zanamivir, amantadine, dan rimantadine. Di Indonesia, antivirus untuk influenza relatif kurang dikenal karena distribusinya sepenuhnya dikendalikan oleh Departemen Kesehatan. Tenaga kesehatan seyogyanya lebih mengenal profil farmakodinamik dan farmakokinetik obat-obat antivirus ini.   Influenza is one of the most common respiratory tract infections, with 3 to 5 million severe cases, and 250.000 to 500.000 deaths yearly (WHO). Vaccination could reduce the risk of influenza, it should be done routinely every year. Influenza treatment usually involves symptomatic, supplementation, and rest. Internationally, several antivirus medications for influenza are oseltamivir, zanamivir, amantadine, and rimantadine. In Indonesia, distribution of antiviral for influenza is regulated by Ministry of Health. Health practitioners should get acquainted with the pharmacodynamic and pharmacokinetic of these antiviral medications
Antivirus untuk Influenza Nugroho Nitiyoso
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 4 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.799

Abstract

Influenza adalah salah satu penyakit infeksi saluran napas yang paling sering, menyebabkan 3 sampai 5 juta kasus berat dan 250.000 sampai 500.000 kematian setiap tahun (WHO). Vaksinasi influenza dapat mengurangi risiko influenza, sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tahun. Pengobatan influenza biasanya simptomatik, suplementasi, dan istirahat. Ada beberapa obat antivirus untuk influenza, seperti: oseltamivir, zanamivir, amantadine, dan rimantadine. Di Indonesia, antivirus untuk influenza relatif kurang dikenal karena distribusinya sepenuhnya dikendalikan oleh Departemen Kesehatan. Tenaga kesehatan seyogyanya lebih mengenal profil farmakodinamik dan farmakokinetik obat-obat antivirus ini.   Influenza is one of the most common respiratory tract infections, with 3 to 5 million severe cases, and 250.000 to 500.000 deaths yearly (WHO). Vaccination could reduce the risk of influenza, it should be done routinely every year. Influenza treatment usually involves symptomatic, supplementation, and rest. Internationally, several antivirus medications for influenza are oseltamivir, zanamivir, amantadine, and rimantadine. In Indonesia, distribution of antiviral for influenza is regulated by Ministry of Health. Health practitioners should get acquainted with the pharmacodynamic and pharmacokinetic of these antiviral medications