Christofel Korah Tooy
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RSUD AM Parikesit, Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paralisis Periodik Hipokalemik diduga Familial yang Dipicu Vomitus Agus Nur Salim Winarno; Christofel Korah Tooy
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.829

Abstract

Paralisis periodik hipokalemia (PPH) merupakan sekelompok kelainan otot yang ditandai dengan adanya serangan paralisis flaksid episodik dengan intensitas dan durasi bervariasi. Gejala PPH adalah kelemahan yang mendadak dari anggota badan dengan pemicu seperti stres, kelelahan, dan gangguan emosi. Pengenalan dan penanganan dini PPH sangat penting karena risiko aritmia kardiak dan gagal napas yang fatal. Sebuah kasus pada wanita berusia 23 tahun dengan episode kelima dari kelemahan ekstremitas yang mendadak dan progresif tanpa defisit sensori yang didahului oleh muntah yang sering. Terdapat penurunan kekuatan otot dan refleks tendon pada semua ekstremitas. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil hipokalemia berat dengan fungsi tiroid normal. Tatalaksana dilakukan dengan injeksi antimuntah, preparat oral KCl, dan drip KCl intravena. Setelah 6 hari perawatan terdapat perbaikan secara klinis dan hasil laboratorium.   Hypokalemic periodic paralysis (HPP) is a group of muscle disorder characterized by episodic flaccid paralysis attack, variable in intensity and duration. The symptom of HPP is sudden onset of weakness provoked by stress, fatigue, emotional disturbance. Early identification and treatment is important because of the risk of fatal cardiac arrhythmia and respiratory failure. A case of 23 year-old woman with fifth episode of sudden and progressive weakness of extremities without sensory deficit, preceded by frequent vomiting was presented. There were reduced muscle strength and tendon reflexes in all extremities. Laboratory tests reveal severe hypokalemia with normal thyroid function. Antiemetic injection, oral KCl, and intravenous KCl drip were given. Clinical and laboratory improvement were observed after six days of treatment.
Paralisis Periodik Hipokalemik diduga Familial yang Dipicu Vomitus Agus Nur Salim Winarno; Christofel Korah Tooy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.829

Abstract

Paralisis periodik hipokalemia (PPH) merupakan sekelompok kelainan otot yang ditandai dengan adanya serangan paralisis flaksid episodik dengan intensitas dan durasi bervariasi. Gejala PPH adalah kelemahan yang mendadak dari anggota badan dengan pemicu seperti stres, kelelahan, dan gangguan emosi. Pengenalan dan penanganan dini PPH sangat penting karena risiko aritmia kardiak dan gagal napas yang fatal. Sebuah kasus pada wanita berusia 23 tahun dengan episode kelima dari kelemahan ekstremitas yang mendadak dan progresif tanpa defisit sensori yang didahului oleh muntah yang sering. Terdapat penurunan kekuatan otot dan refleks tendon pada semua ekstremitas. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil hipokalemia berat dengan fungsi tiroid normal. Tatalaksana dilakukan dengan injeksi antimuntah, preparat oral KCl, dan drip KCl intravena. Setelah 6 hari perawatan terdapat perbaikan secara klinis dan hasil laboratorium.   Hypokalemic periodic paralysis (HPP) is a group of muscle disorder characterized by episodic flaccid paralysis attack, variable in intensity and duration. The symptom of HPP is sudden onset of weakness provoked by stress, fatigue, emotional disturbance. Early identification and treatment is important because of the risk of fatal cardiac arrhythmia and respiratory failure. A case of 23 year-old woman with fifth episode of sudden and progressive weakness of extremities without sensory deficit, preceded by frequent vomiting was presented. There were reduced muscle strength and tendon reflexes in all extremities. Laboratory tests reveal severe hypokalemia with normal thyroid function. Antiemetic injection, oral KCl, and intravenous KCl drip were given. Clinical and laboratory improvement were observed after six days of treatment.