Yuliana
Dokter Umum, Balikpapan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risiko dan Deteksi Dini Kanker Payudara Yuliana
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.830

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian karena kanker yang utama. Deteksi dini bertujuan untuk menemukan dan mendiagnosis penyakit lebih awal yang penting untuk prognosis, meliputi pemeriksaan mammografi berkala (tiap 1-2 tahun), dan pemeriksaan payudara klinis dan sendiri. Kontroversi dari berbagai kalangan medis muncul terkait usia dimulainya skrining, namun semua sepakat bahwa manfaat skrining berbanding lurus dengan bertambahnya usia, dan keputusan untuk memulai skrining haruslah berdasarkan diskusi manfaat dan potensi bahaya antara pasien dan dokter. Panduan Nasional Penanganan Kanker Payudara versi 1.0 2015 menuliskan pentingnya upaya pencegahan, yang dilakukan dengan CERDIK. CERDIK adalah kependekan dari Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.   Breast cancer has been the major cause of death from cancer. Early detection aiming to find and diagnose the disease earlier which is important for patient prognosis, refers to routine mammography (annual or biennial), and routine breast clinical and self examination. Controversions relating when women should start the screening come from many medical societies, but they agree, that the benefits of screening increase with age and the informed decision should be made based on the doctor and patient’s discussion. The National Guidelines of Breat Cancer Management version 1.0 2015 emphasizes the importance of a preventive method, “CERDIK”: a routine health check up, eliminating cigarette smoke, routine exercise/physical activities, maintaining healthy diet, adequate rest, stress management.
Risiko dan Deteksi Dini Kanker Payudara Yuliana
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.830

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian karena kanker yang utama. Deteksi dini bertujuan untuk menemukan dan mendiagnosis penyakit lebih awal yang penting untuk prognosis, meliputi pemeriksaan mammografi berkala (tiap 1-2 tahun), dan pemeriksaan payudara klinis dan sendiri. Kontroversi dari berbagai kalangan medis muncul terkait usia dimulainya skrining, namun semua sepakat bahwa manfaat skrining berbanding lurus dengan bertambahnya usia, dan keputusan untuk memulai skrining haruslah berdasarkan diskusi manfaat dan potensi bahaya antara pasien dan dokter. Panduan Nasional Penanganan Kanker Payudara versi 1.0 2015 menuliskan pentingnya upaya pencegahan, yang dilakukan dengan CERDIK. CERDIK adalah kependekan dari Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.   Breast cancer has been the major cause of death from cancer. Early detection aiming to find and diagnose the disease earlier which is important for patient prognosis, refers to routine mammography (annual or biennial), and routine breast clinical and self examination. Controversions relating when women should start the screening come from many medical societies, but they agree, that the benefits of screening increase with age and the informed decision should be made based on the doctor and patient’s discussion. The National Guidelines of Breat Cancer Management version 1.0 2015 emphasizes the importance of a preventive method, “CERDIK”: a routine health check up, eliminating cigarette smoke, routine exercise/physical activities, maintaining healthy diet, adequate rest, stress management.