Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI NELAYAN PERBATASAN DI DESA TEMAJUK KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Syamratun Nurjanah
DIALEKTIKA Vol 13, No 1 (2020): DIALEKTIKA : Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/dj.v13i1.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bagaimana potensi sumber daya ekonomi nelayan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, 2) Bagaimana upaya pemberdayaan ekonomi nelayan perbatasan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, dan 3) Bagaimana hambatan dalam pemberdayaan ekonomi nelayan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif melalui tahapan; Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data, yaitu Triangulasi Data dan Member Check. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, 1) Potensi yang dihasilkan nelayan Desa Temajuk berupa hasil laut yang melimpah. Potensi ekonomi nelayan di Desa Temajuk yaitu ikan dan ubur-ubur tetapi berbanding terbalik dengan potensi sumber daya manusianya. Kegiatan pemberdayaan ekonomi di desa Temajuk tergolong minimum bahkan tidak optimal. Kegiatan pemberdayaan ekonomi yang pernah dilaksanakan di Desa Temajuk, hanya bersifat final tanpa adanya tindakan yang berkelanjutan. 2) Dalam upaya pemberdayaan ekonomi nelayan di Desa Temajuk yang sudah dilakukan oleh kelompok nelayan yaitu bank ikan tetapi belum dimaksimalkan oleh pemerintah dan dalam upaya pemberdayaan lainnya harus adanya bentuk pembinaan dalam mengelola hasil tangkapan laut atau bentuk wirausaha untuk meningkatkan perekonomian nelayan di Desa Temajuk. Keberdayaan masyarakat adalah unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan, dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan kedepannya, membangkitkan potensi yang dimiliki dan mengembangkan sumber daya alam yang melimpah. 3) Dalam pemberdayaan ekonomi nelayan memiliki hambatan yaitu, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya bentuk keterampilan dan wawasan ilmu, kurangnya bentuk pelatihan atau sosialisasi dari pemerintah, sarana dan prasarana dan alat tangkap yang belum memadai atau masih tradisional
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI PADA PONDOK PESANTREN ABDUSSALAM DAN PONDOK PESANTREN NURUL JADID Ari Widiati; Reni Helvira; Syamratun Nurjannah
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 4 No 1 (2023): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan dakwah, kedua misi tersebut tidak dapat dipisahkan. Pesantren di era modern memiliki karakteristik unik yang berbeda dibandingkan dengan pesantren lainnya dan dapat menjadi sebuah lembaga yang memiliki kemandirian dalam perekonomian. Namun para peneliti saat ini mengabaikan fenomena ini. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi kontribusi pesantren berbasis strategi pengembangan kemandirian ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesantren di KubuRaya (Abdussalam dan Nurul Jadid) memiliki unit usaha untuk menopang operasional pesantren, tanpa menggantungkan dari sumbangan donator. Strategi pengembangan yang dilakukan dengan mengembangkan per unit usaha dengan didukung oleh sumber daya yang ada dengan memanfaatkan, melatih dan membimbing para santri dalam kegiatan wirausaha sehingga santri setelah lulus dapat memiliki pengetahuan berwirausaha. Dengan demikian dapat mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren Keywords: pesantren; lembaga pendidikan; dakwah; pesantren Abdussalam; pesantren Nurul Jadid
PRAKTEK JUAL BELI “SEROK LIVE” TIK TOK SHOP DALAM TINJAUAN EKONOMI ISLAM Syamratun Nurjannah; Reni Helvira; Ari Widiati
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 4 No 1 (2023): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the Practice of Serok Live Buying and Selling Islamic Economics’ Review. Buying and selling are generally defined as the process of exchanging goods or services between sellers and buyers. Along with the developing era, they were marked by many changes in various aspects of life, from manual to application. The same things happened for buying and selling activities. TikTok is an application used to create and share different short recordings within a vertical organization. As technology develops, TikTok issued two features which are used in buying and selling, such as the Tiktok shop and buying and selling via Live Streaming. The purpose of this research is to find out the practice of buying and selling using the TikTok shop "Serok Live" model, as well as to find out an Islamic economics’ review of the buying and selling "Serok Live" of TikTok shop practice. The research method used in this study is a qualitative approach. This means that the data collected was not in the form of numbers, but it came from interview scripts, field notes, personal documents, notes, memos and other official documents. So this research intends to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects in forms of perception, behaviour, action, motivation, etc as well as in a descriptive way in forms of words and language by utilizing various scientific method. The results of the study showed that the buying and selling of this Serok Live system contained an element of uncertainty in the amount of goods being traded. This was because the goods sold were taken in batches, so that each buyer might get a different amount of goods at the same cost. This, of course, makes the buyers loss. Besides, the sellers can also experience a loss, because the goods which are scooped up are not suitable with the capital that has been issued. This can be seen during the live process, it is not uncommon for sellers to exchange items that have been checked out, for various reasons. This usually happens when it turns out that there are two types of goods which prices are included in the premium category. So actually the seller himself has arranged so that the goods which are scooped up do not exceed the capital that has been issued. Keywords : Buying and Selling, TikTok, Serok Live, Islamic Economics Review.
Analisis Perilaku Konsumen Dalam Penggunaan Subsidi Liquified Peteoleum Gas (LPG) 3 Kilogram Menurut Persfektif Ekonomi Islam Reni Helvira; Syamratun Nurjannah; Ari Widiati
Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 1 (2023): Adz-Dzahab Volume 8 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/adz-dzahab.v8i1.1775

Abstract

Penelitian ini bertujuan akan menganalisis perilaku konsumen dalam penggunaan subsidi LPG 3 kg dari perspektif ekonomi Islam. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan permasalahan pendistribusian yang dilakukan secara terbuka sehingga semua golongan masyarakat masih dapat mengonsumsi subsidi tersebut. Hal ini menyebabkan golongan masyarakat yang seharusnya tidak mendapat subsidi juga ikut menikmatinya, sehingga mendorong ketimpangan dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam penggunaan subsidi LPG 3 kg dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Terdapat dua tipe konsumen, yaitu konsumen yang menggunakan subsidi secara tepat dan konsumen yang menyalahgunakan subsidi yang merupakan konsumen golongan menengah ke atas yang banyak menggunakannya. Dalam perspektif ekonomi Islam, program ini dapat dianggap efektif jika tepat sasaran dan memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, dengan adanya permasalahan pendistribusian yang masih dilakukan secara terbuka, maka program subsidi tersebut belum dapat dikatakan efektif dan tepat sasaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan dalam mekanisme pendistribusian agar subsidi ini benar-benar tepat sasaran. Selain itu, perlu dilakukan edukasi pada masyarakat tentang pemahaman ekonomi Islam, termasuk konsep keadilan dan kesejahteraan bersama.
PEMBERDAYAAN ZAKAT PADA MASYARAKAT MODERN (Solusi Untuk Mengurangi Kemiskinan di Masyarakat) - Julianto; - Fachrurrazi; Syamratun Nurjannah
Jurnal Imagine Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Imagine-Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/imagine.v3i2.574

Abstract

This study discusses "Zakat Empowerment in Modern Society (Solutions to Reduce Poverty in Society)". Furthermore, the main focus is limited to a sub-focus, namely: how is the right form of zakat management to attract public interest in paying zakat, how is the form of zakat empowerment in zakat institutions as an effort to alleviate poverty. This type of research uses a qualitative descriptive method, which is meant by descriptive research, namely investigating circumstances, conditions or others. The primary data obtained in this study was from LAZISMU West Kalimantan, then secondary data was obtained from books, journals, articles related to research. The results of this study are that 1. in the management of zakat there are several principles that must be followed and adhered to so that management can succeed as expected, including: the principle of openness, the principle of voluntary, the principle of integration, the principle of professionalism, the principle of independence. 2. The existence of productive activities, where the source of capital comes from zakat funds, is expected to make zakat funds more useful, especially to improve the standard of living of the middle and lower class people. Zakat assets can be developed, utilized or managed and developed in such a way with a form of working capital that is tailored to their expertise, so that it can bring benefits or results to people who are unable to improve their quality of life (especially the poor) in the long term, with the hope that gradually one day he is no longer included in the mustahik zakat group but can also become a muzakki (a person who gives zakat funds).
Increasing Reading Literacy in Al-Barokah Islamic Boarding School Students in Sungai Asam Village through Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Julianto; Aulia Azimi; Hani Meilita Purnama Subardi; Wulan Wahyu Ningrum; Pratiwi Kurniati; Dini Lestary; Muhammad Tezar; Dewa Ruci; Nur Atiqah; Reni Helvira; Monica Olivia; Ari Widiati; Syamratun Nurjannah
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v7i1.1494

Abstract

Literacy is a person's ability to process and understand information when carrying out the process of reading and writing. Literacy has many types, such as reading and writing literacy, numeracy literacy, digital literacy, scientific literacy, financial literacy, and cultural literacy, and several other forms of literacy. Literacy refers to competencies or abilities that are more than just the ability to read and write. Through this PKM activity carried out by lecturers in Sungai Asam Village regarding literacy to build the Village Economy in Sungai Asam Village, lecturers can express and convey ideas in helping children, students, and the surrounding community to provide an understanding of the importance of education and literacy in increasing community expertise in managing Natural Resources in Sungai Asam Village which has the potential to improve the economy of the surrounding community. The Lecturer PKM activity was attended by lecturers, IAIN Pontianak students, the surrounding community including students from the Al-Barokah Islamic Boarding School in Sungai Asam Village.