A.A. Rai Susila Panji
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REKACIPTA TARI LULUTING SMARA ADAPTASI CERITA CALONARANG A.A. Rai Susila Panji
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.42297

Abstract

Karya tari Luluting Smara merupakan rekacipta karya tari baru yang berpijak pada tari tradisi Bali. Pola gerak yang dijadikan acuan bersumber pada gerak petopengan dan pelegongan. Perpaduan dua karakter gerak dalam satu tarian yang dibawakan oleh penari laki-laki menjadi tantangan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri. Melalui penelitian kualitatif, penelitian ini melihat seluruh aspek secara deskriptif. Proses kreatifnya menggunakan tiga tahapan lewat eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Hasilnya, karya ini mengangkat sisi lain dari cerita Calonarang yang biasanya digambarkan dengan nuansa seram dan menakutkan. Namun pada karya ini lebih ditonjolkan bagian kegembiraan dari pernikahan Bahula dan Manggali.
PENGENALAN KOREOGRAFI LEWAT GERAK TARIAN CACI DI SMAN 3 KOMODO MANGGARAI NTT Hafianti, Dewi; Panji, A.A Rai Susila
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.49837

Abstract

Berkembangnya tarian baru maupun tari kreasi akhir-akhir ini memotivasi msyarakat untuk lebih memperdalam koreografi. Koreografi merupakan kesatuan bentuk tari yang dapat dipahami dari bentuk, isi dan teknik. Seperti pada salah satu tarian yang berasal dari Manggarai, atau yang dikenal dengan tarian Caci. Tarian yang ditarikan oleh laki-laki ini memadukan gerak dua karakter yang menjadikan tari ini unik, sekaligus mempunyai ciri khas tersendiri. Melalui penelitian kualitatif, penelitian ini melihat seluruh aspek dengan observasi serta mengkaji literatur baik audio maupun secara visual. Sumber data pada penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi lokal oleh tim dari Manggarai. Data sekunder didapat dari hasil dokumentasi, sumber tertulis dari majalah, buku, jurnal, serta dokumen pribadi. Data yang sudah didapat ditelaah, diseleksi dan dipilih untuk mendukung penelitian ini. Tarian caci merupakan tarian yang penuh penuh adrenalin. Sinergitas koreografi lewat tarian caci, merupakan simbiosis mutualisme antar seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan
PENGENALAN KOREOGRAFI LEWAT GERAK TARIAN CACI DI SMAN 3 KOMODO MANGGARAI NTT Hafianti, Dewi; Panji, A.A Rai Susila
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.49837

Abstract

Berkembangnya tarian baru maupun tari kreasi akhir-akhir ini memotivasi msyarakat untuk lebih memperdalam koreografi. Koreografi merupakan kesatuan bentuk tari yang dapat dipahami dari bentuk, isi dan teknik. Seperti pada salah satu tarian yang berasal dari Manggarai, atau yang dikenal dengan tarian Caci. Tarian yang ditarikan oleh laki-laki ini memadukan gerak dua karakter yang menjadikan tari ini unik, sekaligus mempunyai ciri khas tersendiri. Melalui penelitian kualitatif, penelitian ini melihat seluruh aspek dengan observasi serta mengkaji literatur baik audio maupun secara visual. Sumber data pada penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi lokal oleh tim dari Manggarai. Data sekunder didapat dari hasil dokumentasi, sumber tertulis dari majalah, buku, jurnal, serta dokumen pribadi. Data yang sudah didapat ditelaah, diseleksi dan dipilih untuk mendukung penelitian ini. Tarian caci merupakan tarian yang penuh penuh adrenalin. Sinergitas koreografi lewat tarian caci, merupakan simbiosis mutualisme antar seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan
PROSES PENCIPTAAN TARI œSOMYA Panji, A.A Rai Susila
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.55474

Abstract

Penciptaan tari Somya terinspirasi dari kisah yang terdapat pada lontar Katuturan Barong Swari yang menceritakan kisah Dewi Uma merasa gelisah karena putranya Dewa Kumara yang masih bayi, lebih dekat kepada ayahnya yaitu Dewa Siwa. Hal ini membuat hati sang Dewi tidak nyaman. Kegelisaannya membawa Dewi Uma larut dalam emosional. Saat Dewa kumara menyusu tubuhnya digoyang-goyangkan, dan tanpa sengaja tubuh bayi itu jatuh dan terluka. Darah yang dikeluar dari luka putranya, tercium harum oleh Dewi Uma dan ia pun menjilatinya. Mengetahui hal ini Dewa Siwa murka, ia menuduh bahwa sang Dewi telah kerasukan serta memiliki sifat keraksasaan. Dewi Uma pun diusir dari Kahyangan. Setelah sekian lama tak bertemu Dewa Siwa merasa kerepotan mengurus putranya seorang diri, ia ingin bertemu dengan istrinya, namun kini mereka telah berbeda alam. Dewa siwa merubah wujudnya menjadi Maha Kala untuk bisa bertemu denga Dewi Uma yang telah berubah menjadi Durga. Pertemuan inilah yang membuat dunia dan khayangan menjadi kepanasan. Inilah awal kisah munculnya Topeng, Telek, Barong dan Wayang. Tarian mengacu pada konsep tradisional dan ditarikan secara berkelompok oleh lima orang penari dengan menggunakan gerak petopengan sebagai sumber gerak. Iringan yang digunakan adalah gamelan gong kebyar. Proses Karya ini digarap dengan mengikuti tiga tahapan yaitu: ngerencana, ngewangun dan memakuh bentuk.