Cahya Tri Purnami
Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kendala Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas : Literature Review: Obstacles to Implementation of Minimum Service Standards in the Health Sector for Hypertension Sufferers at Health Centers : Literature Review Suci Ramadhani; Dwi Sutiningsih; Cahya Tri Purnami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3209

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan pemicu utama penyakit kardiovaskular. SPM Bidang Kesehatan adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap WNI secara minimal. Untuk menjamin kualitas pelayanan dasar pada masyarakat, maka Puskesmas wajib mengimplementasikan standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Namun, capaian SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas masih rendah. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas. Metode: Proses pencarian artikel dilakukan menggunaakan database Google Scholar dan Research Gate. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah literatur berupa original article yang terbit dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2018-2022, artikel sesuai dengan topik literature review ini, artikel penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan berbagai pendekatan, free full text, open access, dan fokus pada kendala pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas. Hasil: Kendala dalam pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, tenaga kesehatan yang kurang terlatih, pencatatan dan pengawasan tidak dilakukan secara berkala, kurangnya koordinasi antara lintas program dan lintas sektoral, jumlah SDM yang kurang, penjaringan sasaran belum optimal, dan faktor eksternal yaitu kesadaran masyarakat yang masih kurang. Kesimpulan: Adanya kendala-kendala tersebut maka untuk mencapai target 100% berdasarkan Permenkes No.4 Tahun 2019 pada pelayanan dasar pada penderita hipertensi masih sulit untuk dicapai. Belum tercapainya SPM juga menjadi indikasi bahwa mutu pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas masih terbilang rendah.
Analisis Dokumentasi Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Literature Review: Analysis of Electronic Medical Record’s Documentation In Health Care Facilities : Literature Review Henry Adrian; Cahya Tri Purnami; Antono Suryoputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4307

Abstract

Latar belakang: Penggunaan teknologi informasi menjadi hal penting dalam dokumentasi data rekam medis. Rekam medis elektronik yang interoperable dapat memecahkan masalah disintegrasi data. Kelengkapan, keakuratan, dan kecepatan akses rekam medis elektronik dapat menjaga kesinambungan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat, permasalahan, dan solusi penerapan dokumentasi rekam medis elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: Literature review ini menggunakan metode PRISMA. Database yang digunakan adalah Pubmed, JSTOR, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan “surgeon OR obstetrician OR gynecologist”, “electronic medical records OR paper medical record”, dan “documentation”. Hasil: Kelengkapan dokumentasi rekam medis elektronik meningkatkan keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Semakin lengkap isi rekam medis, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi rekam medis tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat-manfaat, permasalahan, serta solusi dalam penerapan dokumentasi rekam medis elektronik. Kesimpulan: Integrasi data dan kesinambungan pelayanan dapat tercapai dengan penerapan dokumentasi rekam medis elektronik yang lengkap dan akurat di seluruh fasilitas pelayan kesehatan. Solusi – solusi yang dipaparkan perlu dikaji sesuai kondisi masing – masing fasilitas pelayanan kesehatan.