Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Performance Analysis of CSR Implementation of PT. Golden Great Borneo Year 2021 in Lahat District Aris Susilo; Restu Juniah; Ridhah Taqwa
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 12 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3233.527 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i12.225

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) is an obligation that must be carried out by companies that manage natural resources. The Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia number 1824 K/30/MEM/2018 requires every company to prepare a master plan for Community Development and Empowerment during the production and post-mining operations. PT. Golden Great Borneo is committed to implementing CSR according to these guidelines, with the aim of establishing good relations with the community around the mining area. This study aims to analyze the performance of the company's CSR implementation in 2021. Where that year was the first year the company carried out CSR with the guidance of the PPM master plan. This research was conducted using a transcript of interviews with the ring 1 community and the company. The analysis was conducted to see the performance of CSR implementation and its effect on the company's operations. The results of the analysis show that the company's CSR implementation performance will be good if it is supported by the competence of the company's CSR implementing team. Because this team will collect input suggestions, arrange activities, budget, activities, and carry out activities with beneficiaries. The CSR program run by the company referring to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia number 1824 K/30/MEM/2018 is running effectively with the percentage of budget realization reaching 121.45%. This good CSR performance has an indirect positive influence on the company's operational performance, especially at the level of the company's coal sales.
Manajemen Quality Control Batubara Seam A, B, dan C pada Pit Pe dan Rom 5pt Priamanaya Energi Lahat Sumatera Selatan Zahroh, Rizkinia Afifatuz; Yovanda, Ridho; Susilo, Aris
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i10.427

Abstract

This study aims to evaluate the management of coal quality control at seams A, B, and C in the Pit and ROM area of PT Priamanaya Energi Lahat, South Sumatra. Coal quality control is crucial to keep product specifications in accordance with company standards, especially in terms of ash, sulfur, and calorific value. The research method used is quantitative descriptive, with data collection techniques through direct observation, informal interviews, documentation, and laboratory data analysis. The quality control activities observed included channel sampling, installation of barrier stakes, visual inspection of coal characteristics, and coal cleaning activities using excavators to clean coal from impurities directly in the pit area. After the coal is transferred to the ROM, quality control is continued through stack separation based on seam quality, where seams A and B are stacked in the ROM of block A, while seam C which has a higher sulfur content is placed in the ROM of block C. This process also includes handpicking, resizing activitiescoal measuring >30 cm, as well as new dumping monitoring to prevent contamination between piles. The results of the analysis showed that seams A and B were of better quality than seam C, with lower ash and sulfur content and higher caloric values. Quality control management from Pit to ROM has proven to be effective in maintaining coal quality, especially when each stage of supervision is carried out based on the characteristics of each seam. Pile separation, corrective actions in the field, and visual supervision are key in preventing mixing and degrading coal quality.
Analisis Penggunaan Kapur Tohor (CAO) Untuk Pengelolaan Air Asam Tambang di Pt Lematang Coal Lestari (LCL) Gunung Raja Muara Enim Sari, Maresta; Gumanti, Suhardiman; Susilo, Aris
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i10.428

Abstract

The occurrence of mine acid water cannot be left unchecked because it has a negative impact on the surrounding community and the environment, both directly and indirectly. Therefore, the prevention and management of mine acid water is carried out by settling and neutralizing mine acid water using Lime and Chemical Cationic Coagulant. The purpose of this study is to find out the process of mining acid water management using the active method used at PT LCL. The result of this study is to determine the stages of mining acid water management starting from AAT pumping, chemical cationic coagulant, inlet channel pH measurement, inlet channel liming, checking the color and pH of outlet channel water if needed, as well as sedimentation, and then if the pH is in accordance with the environmental quality standards, mine acid water can be flowed to the receiving water body of the Penimir River. The dosage of lime and Chemical Cationic Coagulant used varies, according to the condition of the water in the KPL. If the pH of the water decreases, it will be sprinkled with lime, if the water is cloudy, chemical cationic coagulant will be sprinkled for precipitation. The pH of the water discharged into the river is already pH 6.
Analisis Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Jalan Angkut (Hauling Road) dari Front Penambangan ke Crusher dengan Metode Hirarc di PT Lematang Coal Lestari Muara Enim Ramanda, Rahmat; Gumanti, Suhardiman; Susilo, Aris
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i9.412

Abstract

manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya sistematis agar dapat memastikan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko K3 pada aktivitas hauling batubara dari front penambangan ke crusher di PT Lematang Coal Lestari, serta mengevaluasi implementasi elemen SMKP di area tersebut. Dalam pelaksanaannya, metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko bahayanya, serta untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat. Metode ini menjadi bagian penting dalam penerapan elemen SMKP. Berdasarkan hasil pengamatan di area kerja pengangkutan batubara di PT Lematang Coal Lestari (LCL) dengan 13 aktivitas, diketahui bahwa risikonya di klasifikasikan menjadi tiga. High risk (23,07%), medium risk (61,53%), dan low risk (15,38%). Penerapan SMKP implementasi juga terlihat dari pelaksanaan pengelolaan operasional seperti pembuatan SOP, penggunaan APD, rambu peringatan, dan kegiatan reklamasi. Namun, masih terdapat kekurangan pada aspek pengelolaan kesehatan kerja, seperti belum tersedianya tenaga P3K, dan dokumentasi pemeriksa kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah menerapkan kontrol operasional yang memadai, aspek kesehatan kerja memerlukan perhatian khusus untuk mencapai standar SMKP yang komprehensif. Hal ini berarti bahwa penerapannya belum sepenuhnya optimal dan masih perlu perbaikan berkelanjutan.oleh karena itu,dibutuhkan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas penerapan (K3) di area hauling
Corporate Social Responsibility Perusahaan Tambang Batubara PT. X Aris Susilo
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.610

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kewajiban yang harus dijalankan perusahaan yang mengelola sumber daya alam. Kepmen ESDM RI nomor 1824 K/30/MEM/2018 mewajibkan setiap perusahaan untuk menyusun rencana induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat selama masa operasi produksi dan pascatambang. PT. X berkomitmen melaksanakan CSR menurut panduan tersebut, dengan maksud agar terjalin hubungan baik bersama masyarakat sekitar wilayah tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja implementasi CSR perusahaan tahun 2021. Dimana tahun tersebut adalah tahun pertama perusahaan menjalankan CSR dengan panduan rencana induk PPM. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrument transkrip wawancara dengan masyarakat ring 1 dan pihak perusahaan. Analisis dilakukan untuk melihat kinerja implementasi CSR dan pengaruhnya terhadap  operasional perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja implementasi CSR perusahaan akan baik bila didukung oleh kompetensi tim pelaksana CSR dari perusahaan. Karena tim ini akan menghimpun masukan saran, menyusun kegiatan, menggangarkan, kegiatan, dan melaksanakan  kegiatan bersama penerima manfaat. Program CSR yang dijalankan perusahaan mengacu pada Kepmen ESDM RI nomor 1824 K/30/MEM/2018 berjalan efektif dengan persentase realisasi anggaran mencapai 121,45 %. Kinerja CSR yang baik ini memberi pengaruh positif secara tidak langsung terhadap kinerja operasional perusahaan, terutama pada tingkat penjualan batubara perusahaan.
Mengukur Keberhasilan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Perusahaan Tambang Sektor Kemandirian Ekonomi dengan Social Return on Investment Aris Susilo; Ahmad Husni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3479

Abstract

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada sektor pertambangan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satu program yang dilaksanakan PT. XYZ adalah bantuan peternakan kambing bagi masyarakat Desa Gunung Kembang Kabupaten Lahat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan program peternakan kambing menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kunjungan lapangan kepada kelompok peternak penerima manfaat, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan, laporan program PPM, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode SROI untuk mengukur nilai manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peternakan kambing memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan keterampilan beternak, penguatan solidaritas sosial, serta peningkatan reputasi perusahaan dan desa. Nilai SROI sebesar 6,8:1 menunjukkan bahwa setiap investasi Rp1,00 menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp6,8. Dengan demikian, program PPM peternakan kambing PT. XYZ dinilai berhasil dan layak dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan berbasis potensi lokal.
EVALUASI TEKNIK PENANGANAN SWABAKAR PADA STOCKPILE DI PT BUDI GEMA GEMPITA, LAHAT, SUMATERA SELATAN Pingky Yuito; Ridho Yovanda; Aris Susilo
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to conduct an in-depth evaluation of the current firefighting techniques at PT Budi Gema Gempita. To achieve this objective, a combined research method was used, including field observations to observe stockpiling and handling practices, periodic temperature measurements using an industrial thermogun to detect hot spots, interviews with operators to understand standard procedures, and secondary data analysis. The results identified that the main triggering factors for firefighting at the site were a combination of internal coal characteristics, namely high levels of Total Moisture (31.36%) and volatile matter (40.45%), which were exacerbated by storage periods exceeding two months. Field temperature measurements successfully detected a critical point in Seam 6 with a temperature reaching 72°C, indicating an advanced oxidation process that requires immediate treatment. This study evaluated two treatment methods: the use of an excavator alone and a combination of an excavator and chemical solutions. Conventional treatment, which involved dismantling and cooling the pile using an excavator, proved to be quite effective for heat dissipation. However, the combination method of spraying chemical liquid after dismantling shows far superior results, as it is able to reduce the temperature drastically and more quickly while stopping the oxidation process by coating the coal surface, thus offering a more efficient and complete solution.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA WORKSHOP DI PT LEMATANG COAL LESTARI (LCL) MUARA ENIM Niky Oktariza; Ridho Yovanda; Aris Susilo
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT LCL's coal mining activities in Muara Enim, which intensively utilize heavy equipment, generate Hazardous and Toxic Materials (B3) waste from the workshop area. Therefore, proper management is crucial to prevent environmental and health risks. This study aims to identify the types of B3 waste generated and evaluate the level of compliance of its management system based on Ministerial Regulation (PERMEN LHK) No. 6 of 2021. Using a descriptive evaluative method, data were collected through direct observation in the workshop and Temporary Storage Area (TPS), interviews with personnel, and analysis of documents such as logbooks and manifests. The identification results indicate that the dominant B3 waste includes used oil, used filters, used batteries, contaminated rags, and used B3 packaging. The company's management process is structured, from containerization and collection to storage at the TPS before being handed over to a licensed third-party processor. The evaluation concluded that most management aspects, such as TPS construction, waste type separation, and third-party contracts, comply with regulations. However, minor deficiencies were identified that require improvement, particularly in the completeness of labeling on each waste container and suboptimal housekeeping practices within the TPS.
Analisis Masalah dan Tantangan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Perusahaan Tambang Batubara untuk Pembangunan Berkelanjutan Denny Firmansyah; Aris Susilo; Yuniar Pratiwi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.147-161

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui masalah dan tantangan dalam implementasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk komitmen perusahaan yang harus dijalankan perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode Deskritif Kualitatif, dengan melakukan observasi, pengumpulan data dan dokumen dari institusi perusahaan tambang di Kabupaten Lahat dan indeep interview dengan cara purposive sampling terhadap narasumber yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil kuesioner di Desa Prabumenang dan Desa Banjarsari, dapat disimpulkan bahwa masyarakat secara umum menilai program PPM PT X bermanfaat, terutama dalam peningkatan pendapatan, dukungan fasilitas umum, serta penguatan sosial-budaya. Namun, masih terdapat beberapa masalah dan tantangan utama, yaitu: Kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan maupun pengelolaan program, sehingga keberlanjutan masih bergantung pada perusahaan, Keterbatasan dalam koordinasi dengan pemerintah daerah, yang menghambat sinergi antar pihak, Manfaat program belum merata, sehingga ada sebagian masyarakat yang merasa belum memperoleh dampak signifikan, Pendampingan berkelanjutan masih lemah, terutama pada program ekonomi produktif, Aspek lingkungan belum optimal, sehingga keberlanjutan ekologi masih menjadi catatan kritis. Dengan demikian, meskipun program PPM X telah memberikan kontribusi nyata, diperlukan peningkatan kualitas, keberlanjutan, serta model pemberdayaan yang lebih partisipatif dan terukur, agar selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.