Dini Surilayani
Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Pemberdayaan Kelompok Wanita Pesisir Poklahsar Dikranusa Melalui Pemanfaatan Ikan Hasil Tangkapan Sampingan di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten Ririn Irnawati; Dini Surilayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.958

Abstract

Ikan hasil tangkapan sampingan (HTS) merupakan ikan non target yang ikut tertangkap pada alat tangkap. Jumlah ikan HTS cukup besar berkisar 25-74% dari total ikan hasil tangkapan. Ikan HTS hingga kini masih menjadi problem dan tantangan dalam pengelolaan perikanan karena minim pemanfaatan. Hal ini diperparah dengan pandemic covid-19 yang berlarut-larut yang menyebabkan permintaan ikan menurun, sehingga jumlah ikan yang tidak termanfaatkan menjadi bertambah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan diolah menjadi produk olahan, diantaranya pemindangan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan mitra Poklahsar Dikranusa. Mitra sasaran diberikan pelatihan dan pendampingan hingga mampu dan bisa memproduksi pindang secara mandiri. Tahap pembuatan pindang adalah penyiangan ikan; ikan dibungkus dengan daun pisang dengan diberi garam; ikan disusun dalam panci dan direbus selama 1,5-2 jam; pengangkatan ikan yang telah matang; dan pengemasan produk pindang. Pemindangan dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi tambahan bagi wanita pesisir diluar waktu melakukan pekerjaan domestik dan membantu suami memperbaiki jaring. Pemindangan ikan membutuhkan peralatan yang sederhana dan mudah dilakukan, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi wanita pesisir. Mitra telah mampu memproduksi, mengemas dan menjual produk pindang yang dihasilkan. Nilai ekonomi dari produk ikan pindang jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya menjual ikan segar.