Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Kinerja Tiga Buah Mesin Induk Penggerak Utama Kapal di AHTS Christos LVII Aris Sasongko Dwiana; Andi Hendrawan
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 7 No 1 (2023): SAINTARA (Maret 2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v7i1.195

Abstract

Kapal AHTS (Anchor Handling Tug Supply) adalah kapal yang dirancang khusus untuk menunjang kegiatan, pekerjaan pengeboran lepas pantai baik itu untuk minyak bumi maupun gas bumi dari persiapannya, supply cargo sampai dengan berproduksi [1]. Sebagai kapal pendukung operasional offshore dalam melaksanakan fungsinya kapal ini tentunya dilengkapi dengan mesin induk. Mesin induk di atas kapal adalah merupakan mesin penggerak utama sehingga kapal bisa berjalan, bermanover dan bergerak kemana saja untuk melaksanakan operasinya [2], sehingga kinerja mesin induk di atas kapal menjadi sangat penting. Ada berbagai jenis, type dan merk mesin induk yang biasa digunakan di kapal AHTS. Pada umumnya kapal AHTS dilengkapi dengan 2 buah mesin induk, beberapa kapal banyak yang menggunakan 1 buah mesin induk, dan untuk kapal jenis crew boat dalam mendukung operasional offshore ada beberapa yang dilengkapi dengan 4 buah mesin induk. Tetapi sangat jarang ditemui kapal yang menggunakan 3 buah mesin induk. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisa kinerja tiga buah mesin induk penggerak utama kapal AHTS Christos LVII. Penelitian ini merupakan penelitian survei dipadukan dengan penelitian kepustakaan dengan mengkaji beberapa sumber dan pengamatan langsung serta analisis [3]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Suhu gas buang, tekanan dan suhu pelumas, suhu pendingin, tekanan minyak gearbox, tekanan udara pneumatic dan udara pejalan serta tekanan bahan bakar selama 1 bulan beroperasi dalam keadaan normal dan tidak pernah terjadi penyimpangan. Kinerja mesin induk yang berusia 4 tahun masih baik dan normal sesuai standar parameter saat sea trial perdana kapal. Fungsi mesin induk di atas kapal AHTS LVII menjadi sangat penting karena selain sebagai penggerak utama poros baling-baling kapal, mesin induk juga digunakan untuk menggerakkan shaft generator yang menghasilkan arus listrik untuk digunakan menjalankan semua pesawat yang ada di atas kapal.