Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Variabel Kunci untuk Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan I Gusti Ayu Prili Saraswati; Ida Ayu Nyoman Saskara; Ni Putu Wiwin Setyari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i1.53598

Abstract

Istilah "Industri Berkelanjutan" mengacu pada sektor ekonomi yang diharapkan dapat bertahan dan bahkan berkembang di masa mendatang. Perusahaan yang telah beroperasi selama beberapa generasi dapat dengan mudah dijumpai pada berbagai level perusahaan. Perusahaan dapat terus berkembang berkat warisan kepemimpinan pemilik awal, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini akan mengeksplorasi variable kunci Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem. Penelitian diawali dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi variable kunci Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan. FGD melibatkan 19 orang penenun yang ditentukan dengab metode purposive. Analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang berpengaruh dalam keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem yaitu Matrix of Cross Impact Multiplica-tions Applied to a Classification (MICMAC). Hasil analisis menunjukan bahwa faktor kunci Untuk Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem hubungan antara variabel keaslian dengan media sosial yang memiliki hubungan yang paling kuat diantara variabel lainnya. Keaslian adalah dengan kata lain kualitas produk yang dihasilkan memiliki keaslian akan budaya dari suatu daerah asalnya dan memiliki nilai budaya yang hanya terdapat di daerah tersebut. Kain tenun Geringsing memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Proses pembuatan yang rumit dan panjang mulai dari persiapan alat tenun, threading, dan weaving untuk mencapai produk akhir.
Analysis Of Highest And Best Use For Vacant Land In Banjar Laplapan, Petulu Village, Ubud District, Gianyar Regency I Gusti Ayu Prili Saraswati; I Made Endra Kartika Yudha
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 5 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i5.435

Abstract

Bali as a leading tourism destination has experienced significant growth in the tourism sector. Ubud, the cultural and spiritual center of Gianyar Regency, attracts domestic and international tourists. However, there are still vacant lands in the Ubud tourism zone that have not been optimally utilized, including an area of 2,700 m² in Banjar Laplapan, Petulu Village. This study aims to determine the most optimal land use using the Highest and Best Use (HBU) analysis which evaluates alternative land use based on physical possibilities, legal permits, financial feasibility, and maximum productivity. The research method used mixed method with Sequential Explanatory Design, evaluating three scenarios: villas, restaurants, and sports studios using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The results show that villa development is the most feasible choice with an NPV of IDR 639,557,915, an IRR of 57.83%, and a PP of 1.71 years. The restaurant scenario is still feasible with an NPV of IDR 162,038,471, an IRR of 54.26%, and a PP of 1.82 years. The sports studio scenario is not feasible with a negative NPV of -IDR 4,921,141,243, IRR -8.48%, and a PP exceeding 10 years. Based on the HBU criteria, villa development provides the highest value and is recommended as the best alternative.