Tujuan pelelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perubahan laba kotor berdasarkan jenis kayu olahan tahun 2019 dan 2020 pada CV Citra Gemilang Kutai Barat di Melak dan mengetahui dan menganalisis kontribusi laba kotor berdasarkan jenis kayu olahan. Alat analisis yang digunakan adalah perubahan laba kotor dianalisis penyebabnya ke empat macam selisih, yaitu harga jual, selisih volume penjualan, selisih harga pokok dan selisih volume harga pokok. Berdasarkan hasil penelitian diketahui data yang menunjukkan bahwa jenis kayu balock yang diteliti yaitu kayu meranti dengan ukuran 4x6x400M, dan ukuran 5x10x400M, kayu kapur dengan ukuran 4x6x400M, dan ukuran 5x10x400M, kayu ulin dengan ukuran 8x8x400M, dan ukuran 10x10x400M. sedangkan papan yaitu jenis kapur dengan ukuran 2x20x400M, dan ukuran 2,5x20x400M, dan jenis ulin dengan ukuran 2x20x400M, dan ukuran 2,5x20x400M. Selisih harga jual menunjukkan selisih menguntungkan bagi ke tiga jenis kayu balock dengan dua ukuran, maupun terhadap dua jenis papan dengan dua ukuran, hal ini dikarenakan harga jual yang ditetapkan perusahaan stabil bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya, dan harga jual produk tersebut juga sebagai penambah laba. Selisih volume penjualan menunjukkan selisih yang menguntungkan perusahaan, hal ini dikarenakan volume penjualan dari ke tiga jenis kayu balock dengan dua ukuran, maupun terhadap dua jenis papan dengan dua ukuran tersebut memperoleh daya beli pengguna yang tinggi. Hal ini tentunya volume penjualan juga sebagai penambah laba perusahaan. Selisih harga pokok menunjukkan selisih yang menguntungkan, hal ini dikarenakan harga pokok penjualan yang dihitung perusahaan stabil bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya, yang mana biaya produksi dan pembelian bahan baku dengan harga yang tidak tinggi. Selisih volume harga pokok menunjukkan selisih yang menguntungkan, dapat disebabkan oleh ketrampilan para pekerja dan jam kerja yang dipergunakan secara efektif dan efisien. Dengan demikian kayu ulin baik jenis balock maupun papan lebih dominan memberikan kontribusi laba kotor terhadap perusahaan di mana untuk kayu balock sebesar Rp 79.800.000,- dan kayu papan sebesar Rp 74.300.000,-.