Budi Sukada
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KANTOR PENYULINGAN DAN DISTRIBUSI PENJUALAN AIR BERSIH DI MUARA ANGKE JAKARTA UTARA Jo Angelica Cahaya Fissichella; Budi Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22594

Abstract

Having been a difficult problem to overtake for years, the crises of clear water in Jakarta is reaching a depressing level. The area of North Jakarta is one of the case in which the need of clear water is very high, especially the Muara Angke district due to its dominating roles as domestic fish market and port. The Government has tried to improve the situation by facilitating clear water system so as to provide the source to support the district, however it is not as easy as it is thought. People are still forced to buy clear water in high prices only for them to survive, or to collect rain water for their usages of cooking, drinking and bathing. It is indeed not a good solution because the hygiene of rain water is not guaranteed. New interventions are needed to solve or simply to fix such a problem, and distillation engineering may be one of the improvement. Keywords:  crises; clean water; distillation; Muara Angke Abstrak Krisis akan air bersih sudah mencapai tahap yang sangat memprihatinkan, hal tersebut sudah lama menjadi permasalahan yang sulit untuk ditangani. Kawasan Jakarta Utara merupakan salah satu Kawasan dengan tingkat kekurangan air bersih yang sangat tinggi. Terutama Kawasan Muara Angke, didominasi oleh pasar ikan dan pelabuhan sehingga menyebabkan Kawasan Muara Angke sangat kesulitan air bersih. Pemerintah sudah mengupayakan untuk membuat saluran air bersih menjadi sumber air yang dapat menolong Kawasan tersebut, namun ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Masyarakat diharuskan untuk membeli air dengan harga yang mahal hanya untuk bertahan hidup, atau menampung air hujan yang akan dipakai untuk memasak, minum, dan mandi. Tentu hal ini tidak baik karena kebersihan air hujan yang ditampung sangat tidak terjamin. Maka diperlukan sebuah intervensi baru yang dapat membantu menyelesaikan atau memperbaiki permasalahan ini. Adanya penghasil air bersih yang berkelanjutan melalui metode penyulingan air mungkin menjadi hal yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah krisis air bersih.