Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Puasaku Totalitas Ramadhanku Berkualitas, Belajarku Tuntas di Rumah Yatim My Heart (Al Azhar) Kota Depok Bachtiar Arifudin Husain; Arif Budi Santoso
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): PADMA APRIL 2023
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v3i2.29628

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berguna untuk menumbuhkan sifat percaya diri dan mampu menghadapi situasi yang terjadi dilingkungan. Begitupun dengan niat yang sudah diutarakan maka kegiatan ini bertema Memaknai Hikmah Pandemi di Bulan Ramadhan. Memaknai hikmah berarti memaknai hal-hal yang sudah terjadi pada kehidupan kita. Bulan Ramdhan ini semua kegiatan sudah mulai membaik, namun masih tetap harus menjaga kondisi selama bulan puasa. Dari semua yang sudah terjadi ada banyak hal yang bisa kita Hal ini bisa dimaknai dengan kita bisa lebih mendekatkan diri kita kepada keluarga dan Tuhan. Mungkin selama ini kita terlalu sering jauh dengan keluarga maupun seikit lupa untuk mendekatkan diri dengan Tuhan jadi dengan adanya pandem kita bisa bercengkrama dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan juga bisa lebih meningkatkan ibadah kita kepada Tuhan yang Maha Esa. Kedua, dimana ada banyak hal buruk terjadi di sekitar kita maupun kepada kita sendiri. Kesabaran sangat dilatih saat pandemi dan membuat kita lebih banyak bersyukur denga apa yang sudah terjadi saat ini. Ketiga, kita di ajarkan untuk selalu bersih, menjaga kebersihan sangat penting dan dapat menyelamatkan nyawa kita. Kebersihan sudah seharunya kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari tapi mungkin lupa adalah kata yang selalu di pakai oleh kita sehingga saat pandemic mengingatkan kita akan kebersihan.  Dari kejadian pandemic yang terjadi, sebenarnya ada banyak hal yang dapat kita maknai dan tentu saja semua itu pasti ada hikmahnya. Kita sebagai manusia, mungkin diingatkan Kembali dengan kejadian pandemic ini untuk bisa selalu memanfaatkan waktu yang ada, lebih mampu menerima sebuah kejadian, dan lebih memahami situasi dan kondisi yang terjadi.
Pengaruh Pemberian Insentif dan Punishment terhadap Kinerja Karyawan Bagian Contact Center Indra Novendri; Bachtiar Arifudin Husain; Arif Budi Santoso; Edy Krisyanto
Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen dan Sumberdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen dan Sumberdaya
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jms.v4i3.1097

Abstract

Penelitian ini menilai asosiasi insentif dan punishment dengan kinerja agen contact center pada sebuah organisasi jasa. Survei potong lintang terhadap 83 agen PT Mobil Laku Indonesia dianalisis setelah mutu pengukuran dipastikan (α/ω, CFA-CR, AVE; HTMT; indeks fit CFI/TLI/RMSEA/SRMR). Regresi OLS dilengkapi uji asumsi (Shapiro–Wilk, Breusch–Pagan/White, Durbin-Watson, VIF) serta robust checks (Huber–White, bootstrap CI 95%, leave-one-out). Hasil menunjukkan insentif (β≈0,22; p<0,05) dan punishment (β≈0,78; p<0,05) berasosiasi positif dengan kinerja swalapor (R²≈0,89). Temuan ditafsirkan sebagai asosiasi mengingat desain satu gelombang berbasis swalapor; R² tinggi dibahas terkait potensi common-method variance dan tumpang-tindih indikator, berikut langkah diagnostiknya. Implikasi praktis menekankan reward berbasis KPI (AHT, QA, CSAT) dan punishment berjenjang-edukatif yang terintegrasi coaching–feedback. Keterbatasan mencakup satu perusahaan, N moderat, dan desain potong lintang; riset lanjutan disarankan bersifat longitudinal multi-lokasi dengan metrik kinerja multi-sumber.