Transisi Indonesia menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060 memerlukan percepatan pengembangan energi terbarukan sebagaimana tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Namun demikian, ketidakpastian regulasi, khususnya terkait jadwal pengadaan pembangkit listrik yang dikelola oleh PT PLN (Persero) sebagai satu-satunya pembeli listrik (off-taker), masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan Independent Power Producer (IPP) energi terbarukan. Tantangan ini secara signifikan memengaruhi pengembangan strategis PT Hero Global Investment Tbk (HGI). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pertumbuhan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian regulasi di sektor energi terbarukan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif yang berfokus pada HGI. Data diperoleh dari dokumen perusahaan, laporan tahunan, prospektus IPO, regulasi ketenagalistrikan, penilaian manajerial, dan observasi partisipatif. Lingkungan eksternal dianalisis menggunakan kerangka PESTEL, sedangkan kapabilitas internal dianalisis melalui pendekatan Resource-Based View (RBV). Faktor-faktor strategis dievaluasi menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), analisis SWOT, Matriks Internal–Eksternal (IE), dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HGI perlu menerapkan strategi pertumbuhan selektif di tengah ketidakpastian regulasi. Strategi prioritas utama adalah meningkatkan kesiapan pipeline proyek guna memperkuat daya saing dalam proses pengadaan PLN. Prioritas lainnya meliputi akuisisi proyek siap bangun (ready-to-build) untuk mengurangi ketergantungan pada satu pembeli, serta perluasan pengembangan proyek secara geografis guna memitigasi risiko regulasi dan operasional. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka strategis yang terstruktur untuk mendukung pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia.