Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preferensi Masyarakat dalam Pemilihan Lembaga Pendidikan Islam: Studi Pada SD NU Insan Cendekia Kediri Muhammad Nabil Khasbulloh
Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.293 KB) | DOI: 10.30762/joiem.v1i2.2299

Abstract

Pendidikan semakin mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas semakin tinggi. Mayarakat memerlukan pendidikan yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Konsekuensinya, lembaga pendidikan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu-ilmu yang aktual. Masyarakat sebagai orang tua calon siswa memiliki andil besar dalam penentuan sekolah anaknya. Masyarakat akan mencari sekolah yang bermutu bagi anak mereka termasuk sekolah dasar (SD). Menanggapi hal tersebut, setiap lembaga pendidikan akan berlomba-lomba untuk dapat menarik minat masyarakat khususnya orang tua dalam menyekolahkan anaknya. SD NU Insan Cendekia Kediri merupakan sekolah dengan konsep Islamic dan fullday school yang memiliki citra baik dan favorit di masyarakat. Keberhasilan sekolah tersebut dalam kiprahnya sebagai lembaga pendidikan Islam menjadi menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Sumber data langsung bisa dikumpulkan dengan latar alami (natural setting). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini adalah: preferensi masyarakat dalam pemilihan lembaga pendidikan Islam SD NU Insan Cendekia Kediri, yaitu: pertama, sekolah yang berbasis keagamaan (religiusitas), kedua, sekolah memiliki fasilitas sarana-prasarana yang representatif dan memadai, ketiga, sekolah memiliki budaya yang baik, keempat, sekolah menawarkan berbagai kekhasan dan keunggulan, kelima, sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, keenam, lokasi sekolah strategis.
Peran Media Digital dalam Meningkatkan Branding Desa Wisata Muhammad Nabil Khasbulloh; Latifah Bela; Irma Niawati; Ahsanul Huda; Nexsa Kirara Jeaqulien
NAJWA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/najwa.v1i2.243

Abstract

Digital Marketing merupakan hal yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk sebuah brand atau merek. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran Desa Bulusari, khususnya Dusun Sawur, sebagai desa wisata melalui Digital Marketing. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah metode Asset Based Community Development (ABCD). Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak organisasi pemuda antara lain: karang taruna, peradah, IPNU-IPPNU dan PokDarWis sebagai peserta pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan video editing dan Digital Marketing bermanfaat bagi pemuda Desa Sawur dalam mendorong masyarakat khususnya pemuda untuk aktif, inovatif dan kreatif. Setelah pelatihan, para pemuda menjadi lebih aktif dalam memposting kegiatan-kegiatan yang ada di Dusun Sawur melalui jejaring sosial. Para pemuda Dusun Sawur juga dapat memahami dasar-dasar editing video, dengan mudah mempraktekkan dan mendapatkan pengetahuan dan perspektif baru tentang pemasaran digital. Tujuannya agar potensi desa wisata semakin dikenal Masyarakat luas dan mau berkunjung ke Desa Sawur untuk berwisata.