Siti Fatimah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kegiatan Pendampingan TPQ di Dusun Krajan Desa Sumberngepoh Ana Fadilia Aktifa; Elvita Dianita; Shafira Darmayanti; Sisilia Firda Laila Akhadah; Zahrotus Sania; Siti Fatimah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i1.3469

Abstract

Kurangnya partisipasi masyarakat dalam lembaga pendidikan non formal berbasis keagamaan membuat ketidakseimbangan antara pengajar dengan pembelajar. Dimana jumlah santri dengan jumlah pengajar tidak merata yang mengakibatkan banyak santri yang kurang mendapat perhatian dalam membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Pendidikan sendiri terbagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan pendidikan non-formal. Pendidikan formal yaitu pendidikan yang bisa didapatkan melalui kegiatan ataupun program pendidikan yang terstruktur, contohnya pendidikan sekolah ataupun universitas baik negeri maupun swasta. Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang bisa di dapat dengan melalui kegiatan sehari-hari yang masih berkaitan dengan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, contohnya melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Salah satu lembaga non-formal di bidang pendidikan yang marak di masyarakat adalah Taman Pendidikan al-Quran (TPQ). Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) adalah sebuah lembaga pendidikan yang memfokuskan pembelajaran baca dan tulis Al-Qur'an. Tercapainya keberhasilan dalam pembelajaran tergantung pada materi yang disampaikan dan metode yang digunakan dalam pembelajaran. Namun dalam hal ini pasti bukan hal yang mudah. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah minimnya sumber daya manusia serta kurangnya konsistensi saat penerapan metode pembelajaran. Maka dari itu, untuk mengetahui potensi santri dalam mempelajari materi dan menerima model penerapan yang telah ditetapkan, pemberian materi dilakukan dengan cara mendampingi langsung dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran di TPQ yang bertujuan membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Metode pembelajaran menggunakan panduan buku iqra’ dan yang menekankan pada latihan membaca dan menulis mulai dasar serta hafalan surah pendek, hadits sampai bacaan do’a sehari-hari.
Children’s Emotional Decelopment In The Fairy Tale Ṭāhir wa Nādia Based On Erik Erikson’s Theory Of Development Siti Fatimah; M. Anwar Mas’adi
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14080

Abstract

This study aims to analyze the emotional development of child characters in the fairy tale Ṭāhir wa Nādia by Amin Salama based on Erik Erikson’s psychosocial development theory and to examine its implications for children’s character formation. This study is significant because research on children’s literature is still predominantly characterized by descriptive approaches to moral values, while analyses of emotional development as a dynamic psychosocial process remain limited. Ṭāhir wa Nādia was selected because it narratively portrays children’s emotional experiences in extreme situations, such as fear, loss, hunger, and exposure to danger, which are highly relevant for analysis through Erikson’s developmental stages within the context of Middle Eastern religious culture. This research employs a qualitative descriptive method using reading and note-taking techniques. Primary data consist of narrative passages, dialogues, and characters’ actions, while secondary data are drawn from books and scholarly journals related to developmental psychology, children’s literature, and character education. The findings indicate that the emotional journeys of Ṭāhir and Nadia correspond to the first five stages of Erikson’s psychosocial development, namely trust, autonomy, initiative, industry, and early identity formation. Each stage generates adaptive responses that contribute to the emergence of character traits such as courage, independence, perseverance, empathy, cooperation, and moral and spiritual identity. The novelty of this study lies in the integration of emotional development analysis with a contextual reading of Erikson’s theory in Middle Eastern children’s fairy tales. These findings offer practical implications for parents and educators in utilizing fairy tales as a medium to support children’s emotional development and character education.