Dunia industri mengalami perkembangan yang signifikan hal ini pasti akan menimbulkan dampak baik dan dampak buruk, seperti pencemaran lingkungan yang akan mempengaruhi keberlanjutan perusahaan. Salah satu solusi dari dampak buruk ini adalah dengan mengimplementasikan green accounting dan material flow cost accounting dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh green accounting dan material flow cost accounting terhadap sustainable development pada perusahaan sektor industri yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2017- 2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan dari laporan tahunan tiap-tiap perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 37 perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 – 2021 dengan data sebanyak 185 data. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode analisis regresi linier berganda. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah SPSS versi 28. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa : (1) Green Accounting tidak memiliki pengaruh terhadap sustainable development, (2) Biaya Produksi pada unsur Material Flow Cost Accounting berpengaruh positif terhadap sustainable development (3) Luas Area pada unsur Material Flow Cost Accounting tidak memiliki pengaruh terhadap sustainable development, (4) Hasil Produksi dalam unsur Material Flow Cost Accounting berpengaruh positif pada sustainable development.