Saskia Putri
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS DAN REAL ACTIVITY MANIPULATION TERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT GOING CONCERN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Saskia Putri; Hexana Sri Lastanti
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan BisnisĀ 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v3i1.16478

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Distress dan Real Activity Manipulation dengan proksi Abnormal Cash Flow from Operating dan Abnormal Discretionary Expense terhadap pemberian Opini Audit Going Concern oleh auditor dalam melakukan penilaian audit, dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor pariwisata, hotel, dan restoran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 35 perusahaan dengan total 105 sampel, pengambilan sampel deilakukan dengan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Binary Logistic Regression. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, variabel Financial Distress berpengaruh positif terhadap pemberian Opini Audit Going Concern, sementara variabel Real Activity Manipulation yang diproksikan dengan Abnormal Cash Flow from Operating tidak berpengaruh terhadap pemberian Opini Audit Going Concern, namun dengan proksi Abnormal Discretionary Expense berpengaruh negatif terhadap pemberian Opini Audit Going Concern. Variabel Profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh positif Financial Distress, variabel proksi Real Activity Manipulation, yaitu Abnormal Cash Flow from Operating dan Abnormal Discretionary Expense terhadap pemberian Opini Audit Going Concern. Hasil dari penelitian ini bertujuan sebagai bantuan informasi bagi auditor untuk dapat memperhatikan aspek-aspek yang diteliti untuk memberikan opini audit keberlanjutan.
PENGARUH FINANCIAL DISTRESS DAN REAL ACTIVITY MANIPULATION TERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT GOING CONCERN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Saskia Putri; Hexana Sri Lastanti
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan BisnisĀ 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v3i1.16478

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Distress dan Real Activity Manipulation dengan proksi Abnormal Cash Flow from Operating dan Abnormal Discretionary Expense terhadap pemberian Opini Audit Going Concern oleh auditor dalam melakukan penilaian audit, dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor pariwisata, hotel, dan restoran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 35 perusahaan dengan total 105 sampel, pengambilan sampel deilakukan dengan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Binary Logistic Regression. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, variabel Financial Distress berpengaruh positif terhadap pemberian Opini Audit Going Concern, sementara variabel Real Activity Manipulation yang diproksikan dengan Abnormal Cash Flow from Operating tidak berpengaruh terhadap pemberian Opini Audit Going Concern, namun dengan proksi Abnormal Discretionary Expense berpengaruh negatif terhadap pemberian Opini Audit Going Concern. Variabel Profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh positif Financial Distress, variabel proksi Real Activity Manipulation, yaitu Abnormal Cash Flow from Operating dan Abnormal Discretionary Expense terhadap pemberian Opini Audit Going Concern. Hasil dari penelitian ini bertujuan sebagai bantuan informasi bagi auditor untuk dapat memperhatikan aspek-aspek yang diteliti untuk memberikan opini audit keberlanjutan.