Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE DESIGN THINKING DALAM RANCANG PROTOTIPE APLIKASI BERBASIS WEB SISTEM PEMINJAMAN DOKUMEN ARSIP DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR Andi Fatwa Mahdika Candra
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 02 (2023): MANAJEMEN PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Design thinking menjadi proses yang digunakan untuk menemukan solusi pada masalah kompleks, menavigasi lingkungan baru dan membuat produk baru. Penerapan design thinking digunakan untuk menemukan pemecahan masalah secara kreatif, inovatif, dan solusi terbaik. Maka dalam penelitian ini model design thinking diterapkan pada Diskominfo Jatim untuk memberikan solusi terkait adanya permasalahan. Permasalahan utamanya yaitu pada bidang kearsipan yang masih menggunakan media cetak (Hardfile) atau dapat dikatakan secara manual, sehingga membuat berkas tertumpuk dan rusak. Oleh karena itu, dapat menghambat pencarian arsip jika dibutuhkan sewaktu – waktu serta dapat menghambat pemusnahan arsip karena tidak terpakai lagi. Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking dengan 5 tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pada proses tahapannya peneliti dan tim memberikan inovasi rancangan aplikasi berbasis WEB dengan menyusun flowchart superadmin dan flowchart user, yang dapat menjadi pembeda pada atasan dan pegawai. Pada flowchart superadmin bisa menambahkan data arsip dan menanggapi request permintaan arsip. Bagian flowchart superadmin akan digunakan oleh kepala arsiparis yang bertujuan mengecek arsiparis, upload berkas – berkas arsiparis, dan data – data di arsiparis tidak semuanya bisa diakses, maka dari itu peran dari superadmin ini untuk melakukan acc. Pada flowchart user ini diibaratkan oleh pegawai, dimana ketika pegawai melakukan permintaan arsip harus mengisi form terlebih dahulu yang kemudian untuk mengajukan arsip, lalu menunggu hingga mendapatkan acc untuk melihat roomnya. Dari hasil flowchart dapat dihasilkan sebuah desain prototype sebagai bentuk dari contoh rancangan aplikasi WEB. Dengan hasil rancangan aplikasi berbasis WEB dapat menjadi inovasi model bisnis di Diskominfo Jatim.
PENERAPAN HYBRID LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID – 19 DI SD ANUGRAH SURABAYA Andi Fatwa Mahdika Candra
ABDIMAS Vol 3 No 03 (2023): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona Virus Diseases-19 (COVID-19) memaksa seluruh sektor untuk berhenti beroperasi, tidak terkecuali dunia pendidikan, terutama saat ini pemerintah Indonesia terus menerus mengalami peningkatan jumlah kasus positif COVID-19. Pandemi COVID-19 merupakan musibah yang memilukan Seluruh segmen kehidupan manusia, tanpa kecuali pendidikan. Banyak negara memutuskan menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia. Dan pada tahun 2022 negara indonesia sedang melakukan penyesuaian setelah mengalami banyak perubahan sistem akibat covid-19 berlangsung. Dan dari pihak pemerintah memberikan solusi agar mudah beradaptasi kembali yakni dengan di terapkannya Hybrid Learning, yang merupakan sistem pembelajaran 50% belajar secara daring dan 50% lainnya belajar secara luring. Salah satu sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran Hybrid Learning adalah SD Anugrah Surabaya.Dalam pelaksanaannya Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Kegiatan kualitatif merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memahami dan menjelaskan peristiwa atau fenomena-fenomena yang ada dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk data, gambar dan kalimat.Pembelajaran daring pada pandemi Covid-19 banyak menimbulkan berbagai persoalan di antaranya kesulitan siswa dalam menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tingkatan kelas, perlengkapan dalam melakukan pembelajaran daring kurang mendukung seperti akses listrik, internet, handphone atau komputer, penumpukan tugas yang dibagikan kepada siswa tidak setara dengan waktu belajar. Program Kampus Mengajar menjadi salah satu cara agar mahasiswa bisa melakukan kontribusi terhadap permasalahan pendidikan saat ini. Dengan adanya Program Kampus Mengajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk pendidikan saja, tetapi juga untuk pengelolaan sekolah dan kelas, membantu guru beradaptasi dengan teknologi dan mendukung pengelolaan dan proses pembelajaran yang lebih baik, khususnya bagi sekolah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).