p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ruang
Diah Intan Kusumo Dewi
Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro|Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ruang

Identifikasi Penggunaan Lahan Sekitar Park and Ride BRT Trans Jogja Yasmine Azura Kirana; Anita Ratnasari Rakhmatulloh; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.1-11

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pergerakan masyarakat dan menyelesaikan masalah transportasi di perkotaan, Provinsi DI Yogyakarta menyediakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) atau dikenal sebagai Trans Jogja dengan fasilitas pendukungnya yaitu park and ride. Dalam sistem transportasi, tata guna lahan mempengaruhi tingginya bangkitan dan tarikan pergerakan masyarakat, serta pemilihan moda transportasi dan fasilitas pendukungnya. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan pemetaan penggunaan lahan sekitar park and ride untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas ini maupun untuk merancang park and ride baru. Park and ride yang dikaji pada penelitian ini yaitu Park and Ride Gamping yang terletak di Kabupaten Sleman dan Taman Parkir Ngabean yang terletak di Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan sekitar park and ride berdasarkan keberagaman penggunaan lahan. Analisis deksriptif kuantitatif dan metode pemetaan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penggunaan lahan sekitar Park and Ride Gamping didominasi oleh sawah irigasi dan permukiman. Permukiman menciptakan bangkitan pergerakan yang tinggi karena berimplikasi pada tingginya jumlah penduduk yang ingin memenuhi kebutuhan mereka di pusat kota, yaitu Kota Yogyakarta. Sehingga Park and Ride Gamping termasuk suburban commuter oriented center. Sedangkan pada Taman Parkir Ngabean, penggunaan lahan cenderung bervariasi yaitu permukiman, perdagangan dan jasa, pariwisata dan budaya, serta perkantoran. Penggunaan lahan ini menghasilkan tingginya bangkitan dan tarikan pergerakan masyarakat dengan lokasi tujuan pergerakan di sekitar tempat parkir ini, sehingga Taman Parkir Ngabean termasuk urban mixed use center. Dengan perbedaan penggunaan lahan ini dapat terlihat bahwa masing-masing park and ride ini menghasilkan pergerakan masyarakat yang berbeda pula.
Konektivitas Multimoda Pada Halte Bus Rapid Transit di Kota Yogyakarta Refli Widianto; Anita Ratnasari Rakhmatullah; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.62-71

Abstract

Sistem transportasi merupakan kombinasi beberapa bidang yang bersifat kompleks dan perlu adanya penyelarasan dengan perencanaan perkotaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Respon stakeholder terhadap isu mobilitas perkotaan berkelanjutan yakni melalui aplikasi sistem Bus Rapid Transit (BRT) dengan kombinasi halte, kendaraan, pelayanan, dan rute jalur moda transportasi yang menjadi satu sistem yang terintegrasi. Namun, dalam penerapan sistem BRT tetap menghadapi hambatan yang menyebabkan daya tarik masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum berubah menuju pada penggunaan kendaraan pribadi. Dalam implementasi transportasi massal penting untuk memerhatikan konektivitas multimoda yang berkorelasi terhadap pengguna dari angkutan massal. Konektivitas mampu mempermudah mobilitas masyarakat melalui perluasan kawasan layanan angkutan umum berdasarkan asal dan tujuan perjalanan pengguna. Penelitian ini untuk mengetahui kemudahan titik perpindahan berdasarkan pola jaringan jalan pada Transjogja. Metode yang digunakan metode kualitatif melalui analisis deskriptif dan buffer untuk mengidentifikasi atribut yang memengaruhi keterjangkauan halte serta karakteristik persimpangan yang terdapat pada kawasan halte BRT di Kota Yogyakarta. Hasil yang didapatkan berupa dominasi simpang 3 pada kawasan sekitar halte transit yang memberikan fleksibilitas perjalanan serta minimnya konflik persimpangan. Konektivitas multimoda pada halte transit mayoritas bersifat homogen atau sama secara keseluruhan dengan indikasi regresifnya penggunaan BRT.