Latar Belakang: Purpura Henoch-Schönlein, yang juga dikenal sebagai Vaskulitis IgA, adalah sebuah peradangan pembuluh darah sistemik yang paling umum ditemukan pada populasi anak-anak. Penyakit ini memiliki empat gejala klasik yang khas: ruam purpura yang dapat diraba, nyeri atau radang sendi, nyeri perut, dan keterlibatan organ ginjal. Keterlibatan saluran cerna yang berat dapat menyerupai kondisi bedah abdomen darurat, sementara komplikasi ginjal berupa nefritis merupakan masalah morbiditas jangka panjang yang paling serius. Laporan Kasus: Laporan ini menjabarkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 11 tahun yang datang ke unit gawat darurat. Keluhan utamanya adalah nyeri perut kolik yang teramat berat selama tujuh hari, disertai mual dan muntah. Pasien juga menderita demam, nyeri di kaki saat berjalan yang merupakan tanda artralgia, dan memiliki riwayat batuk dua minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik mengungkapkan pasien dalam keadaan demam dengan suhu 38.7°C, menderita hipertensi dengan tekanan darah 115/98 mmHg, dan menunjukkan nyeri tekan pada abdomen. Ditemukan pula temuan khas berupa purpura teraba dengan krusta hitam di kedua kakinya. Hasil tes laboratorium mengkonfirmasi jumlah trombositnya berada dalam batas normal, yaitu 373.000/µL. Diagnosis kerja Henoch-Schönlein Purpura ditegakkan berdasarkan temuan-temuan klinis. Pasien segera diberikan tatalaksana komprehensif yang terdiri dari rehidrasi cairan, kortikosteroid methylprednisolon, antibiotik ceftriaxone, dan terapi suportif lainnya. Pasien merespons pengobatan dengan sangat baik dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; keluhan nyeri perut dan demamnya dilaporkan membaik setelah tiga hari menjalani perawatan. Kesimpulan: Diagnosis HSP pada kasus ini ditegakkan secara klinis. Kasus ini menunjukkan manifestasi klasik berat pada saluran cerna dan kulit, diperkuat dengan temuan hipertensi yang mengindikasikan adanya komplikasi nefritis. Hitung trombosit yang normal memegang peranan penting untuk menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam atau cenderung baik, namun pemantauan jangka panjang terhadap fungsi ginjal melalui urinalisis dan pengukuran tekanan darah secara berkala mutlak diperlukan.