Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kasus Stunting di Kecamatan Mampang Prapatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin Prasasti, Fairuz Niken; Nedra, Wan; Harliansyah, Harliansyah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27013

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang belum teratasi di Indonesia dengan prevalensi yang masih melebihi 20%. Pada anak stunting, tidak hanya pertumbuhan fisiknya yang terhambat, tetapi juga terhambat perkembangan otaknya yang secara alamiah dapat memengaruhi produktivitas, kemampuan, prestasi, dan kreativitas di golden age. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stunting, salah satunya adalah infeksi yang berhubungan langsung dengan kadar leukosit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control yang dilakukan dengan melihat rekam medis anak yang didiagnosis stunting dan melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan pada bulan Januari-Oktober 2023. Hubungan dan gambaran antara variabel diuji dengan Chi-Square. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian stunting dan leukosit usia 0-60 bulandengan p-value = 0,619 atau p > 0,05.
Studi Kasus Stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin Chairunnisa, Hana Anindya; Nedra, Wan; Harliansyah, Harliansyah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27015

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang utama, khususnya di negara berkembang. Pada tahun 2020, diperkirakan 22% atau 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6%. Penyebab stunting multifaktoral, salah satunya adalah kekurangan gizi kronik yaitu ion besi. Besi merupakan salah satu elemen penting dalam memenuhi nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Defisiensi besi juga merupakan penyebab terbanyak anak mengalami anemia. Sekitar 36,8% balita di Indonesia mengalami anemia dan sekitar 50-60% disebabkan karena kekurangan besi. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar sel darah merah (eritrosit) pada anak stunting dan mengetahui hubungan antara anemia pada anak dengan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control dengan mengobservasi rekam medis dan hasil pemeriksaan darah lengkap pasien stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan periode Januari – Oktober 2023. Hasil univariat dan bivariat diuji dengan menggunakan Chi-square. Dari 35 responden, didapatkan 16 anak pendek (stunting) dan 19 anak sangat pendek (severely stunted) dan 22 responden dengan anemia. Analisis bivariat hubungan stunting dengan angka kejadian anemia pada anak didapatkan hasil p-value 1,00 (p>0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara stunting dengan angka kejadian anemia pada anak balita di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Hubungan Kelahiran Prematur dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia Kurang dari 2 Tahun di RS YARSI Subaihatynnur Rahmadini; Nedra, Wan; Nur Riani, Siti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4947

Abstract

Kelahiran prematur didefinisikan sebagai kelahiran anak di bawah 37 minggu masa kehamilan. Kelahiran prematur dihubungkan dengan small for gestational age (SGA) dan memiliki resiko yang lebih tinggi dalam mengalami gangguan tumbuh kembang. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada bayi di masa emas (golden period). Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data kualitatif dan desain cross-sectional pada bayi kurang dari 2 tahun dengan Riwayat lahir premature di RS YARSI. Jumlah smapel sebanyak 58 bayi dan data diambil menggunakan kuesioner KPSP dan kurva pertumbuhan WHO. Data dianalisi secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square dan p-value < 0,05. Hasil : Penelitian menunjukkan mayoritas bayi mengalami pertumbuhan yang sesuai baik dalam aspek BB/U (86,2%), PB/U (84,5%), dan BB/PB (86,2%) sementara dalam aspek perkembangan bayi dengan gangguan sebanyak 26 bayi (44,8%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara prematur dengan pertumbuhan tetapi terdapat hubungan yanh signifikan antara premature dengan perkembangan bayi.