Amanda Shalomita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEKUDUSAN BERDASARKAN IBRANI 12:12-17 SERTA PEMULIHAN AKAR KEPAHITAN DIANTARA JEMAAT Ferdianus Delo; Amanda Shalomita
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i1.36

Abstract

Memahami betapa pentingnya hidup kudus dihadapan Tuhan merupakan pemikiran yang telah mendapatkan pencerahan oleh Firman Tuhan, diperlukan komitmen untuk melakukan kehendakNya. Namun, satu hal yang merupakan musuh kesucian yang sering dianggap remeh, yaitu akar pahit. Akar kepahitan memiliki potensi untuk mencemarkan jemaat, seperti yang tertulis dalam Ibrani 12:15. Jika jemaat terus hidup dalam kepahitan, maka kepahitan itu akan meracuni orang lain disekelilingnya. Tujuan dari penelitian adalah merumuskan makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 serta implikasinya terhadap pemulihan akar kepahitan diantara jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 yaitu: (1) Mengejar kekudusan. (2) Membuang akar pahit. (3) Tidak menjadi cabul. Jemaat perlu senantiasa mendekatkan diri dengan kasih karunia Allah. Jemaat yang memiliki akar pahit dalam hatinya perlu melakukan pemulihan.
PERJAMUAN KUDUS DALAM 1 KORINTUS 11:27-30 TERHADAP SIKAP BERIBADAH JEMAAT TUHAN Amanda Shalomita
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2022): Vol, 6 No.2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v6i2.110

Abstract

Perjamuan Kudus merupakan Sakramen yang diakui oleh gereja-gereja sejak periode Abad pertengahan setelah ditemukannya konsolidasi dari teologi sakramen-sakramen, khususnya dalam tulisan Petrus Lombardus. Tujuan penelitian adalah:  Bagaimanakah sikap beribadah dalam 1 Korintus 11:27-30 terhadap gaya hidup jemaat Tuhan? Penelitian studi kepustakaan ini menghasilkan: Perjamuan Kudus dalam 1 Korintus 11: 27-30 adalah sebuah sakramen gereja yang diselenggarakan untuk: memberikan bimbingan jemaat agar mempunyai sikap beribadah yang yaitu: layak, menguji dirinya sendiri, dan mengakui tubuh Tuhan. Karena sikap beribadah wajib mengandung: mempersembahkan tubuh yang kudus (hagios) dan mempersembahkan tubuh yang berkenan (euarestos) kepada Allah.