Hermawan Jaya Sinaga
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN PENENTUAN PERINGKAT BATUBARA ANTARA REKLEKTAN VITRINIT DAN ANALISIS LAIN DIDAERAH X Hermawan Jaya Sinaga
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lokasi penelitian terletak di Daerah X, Kotawaringin , Propinsi Kalimantan tengah. Tatanan Geologi Daerah Rantau berada di Cekungan Pembuang termasuk dalam Formasi Dahor berumur Miosen Akhir sampai Pliosen. Batubara daerah ini memiliki kematangan yang rendah (immature) dengan Rv (random) 0,28-0,39 termasuk peringkat Lignit dan Sub-bituminus menurut (ASTM D2798-06, 2006). Padakualitas ( analsis ultimat ) batubara formasi Dahor daerah X dalam Daf adalah karbon 69,39 % ; Hidrogen 5,08 % ; Nitrogen 0,87% ; Sulfur 0,80%, 23,86 % dengan peringkat batubara antara Lignit dan Sub-Bituminus menurut (Stach at el, ). Pada analisa proksimat yang dilakukan didapat nilai fuel ratio 0,77 – 1,38 yang mengindikasikan peringkat batubara yang sama yaitu Lignit dan Sub- Bituminus menurut (Diessel,1992) dengan nilai rata – rata batubara formasi Dahor daerah X adalah Inherent moisture 9,25% (adb), volatile meter 37,73% (adb); fixed carbon 36,72 ; ash 13,21 Total Sulfur 0,56 dan kalori 5021,98. Perbedaan kualitas batubara pada tiap sample dapat diperngaruhi oleh faktor suhu, tekanan dan waktu. Sedangkan untuk perbedaan pada tiap analisis dapat dipengaruhi faktor kesalahan analisa sampel , pengambilan sample dan preparasi sample. Kata kunci: batubara, mineral matter, refletansi virinit, maseral, analisis petrografi, analsis ultimat, analisa proksimat Abstract The research location is located in Region X, Kotawaringin, Central Kalimantan. The Overseas Regional Geological System is in the Pembuang Basin including the Late Dahor and Miocene Formation to the Pliocene. The coal of this region has a low maturity (immature) with Rv (random) from 0.28 to 0.39 including Lignite and Sub-bituminous ranks according to (ASTM D2798-06, 2006). On the quality (ultimate analysis) of Dahor area X coal formation in Daf is 69.39% carbon; Hydrogen 5.08%; Nitrogen 0.87%; Sulfur 0.80%, 23.86% with coal ranks between Lignite and Sub-Bituminus according to (Stach at el,). In the proximate analysis, the fuel ratio value of 0.77 - 1.38 obtained evaluates the same rank of coal, Lignite and Sub-Bituminus according to (Diessel, 1992) with the average value of Dahor coal formation in area X is the inherent humidity. , 25% (adb), volatile meters 37.73% (adb); fixed carbon 36.72; ash 13.21 Total Sulfur 0.56 and calories 5021.98. The difference in coal quality in each sample can be influenced by temperature, pressure and time factors. Meanwhile, the difference in each analysis can determine the error factor of analyzing samples, taking samples and sample preparation. Keywords : coal, mineral matter , reflektance virinit, maceral, petrographic analysis, proximate analysis, ultimate analysis