Muhammad Burhannudinnur
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTENSITAS DAN DENSITAS REKAHAN BATUAN DASAR MENGGUNAKAN METODE WINDOWS SCAN DAN SCANLINE DAERAH SILOKEK, SUMATRA BARAT Alwin Daniel Simanjuntak; Muhammad Burhannudinnur
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas batuan dasar bergantung pada keberadaan rekahan alami yang saling terhubung. Model geologi seperti ini banyak dijumpai pada daerah yang mengalami proses tektonik kompresional yang sangat kuat. Penelitian dilakukan pada singkapan batuan dasar granitik di Silokek yang berada pada Cekungan ombilin. Struktur kompleks yang membentuk Cekungan Ombilin mengakibatkan berkembangknya secara signifikan keragaman distribusi intensitas rekahan alami batuan dasar tersebut. Eksplorasi pada batuan dasar memerlukan pemahaman mengenai karakteristik rekahan seperti orientasi, distribusi intensitas, distribusi densitas. Salah satu metode yang dapat dipakai untuk memahami karakteristik rekahan ialah dengan metode windows scanline. Orientasi umum rekahan gerus dan kekar pada daerah penelitian berarah barat laut- tenggara, timur laut-barat daya, dan utara-selatan. intensitas rekahan alami yang diperoleh dari data pengukuran linear scanline pada batuan dasar granitik ialah 9 – 31,8 /m. Nilai densitas rekahan alami yang diperoleh dari data pengukuran windows scanline pada batuan dasar granitik ialah 0,01 – 0,05 /cm-2. Kata-kata kunci: linear scanline, windows scanline, rekahan, intensitas, Silokek. Abstract Basement quality depends on the existence of interconnected natural fractures. Geological models like this are often found in areas that experience very strong compressional tectonic processes. The study was conducted on granitic basement outcrops in Silokek in the ombilin Basin. , this basin is a narrow basin which is limited directly by basement outcrops and volcanic complexes revealed on the surface. The complex structure that forms the Ombilin Basin results in a significant variation in the intensity distribution of the natural basement fractures. Exploration on basement requires an understanding of fracture characteristics such as orientation, intensity distribution, density distribution. One method that can be used to understand the characteristics of fractures is the linear scanline and windows scanline methods. the intensity of natural fractures obtained from linear scanline measurement data on granitic basement is 9 - 31.8 / m. The natural fracture density values ​​obtained from the windows scanline measurement data on granitic are 0.008 - 0.014 / cm-2. Keywords: linear scanline, windows scanline, fracture, intensity, Silokek.
ANALISIS REKAHAN MIKRO PADA BATUAN GRANITIK DAN KAITANNYA DENGAN STRUKTUR CEKUNGAN OMBILIN Muhamad Hafidh A; Muhammad Burhannudinnur; wildan Tri K
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Struktur geologi merupakan salah satu gejala umum yang mengakibatkan suatu batuan terdeformasi. Kajian geologi untuk mempelajari struktur geologi seperti orientasi dilakukan dengan melihat singkapan sesar yang ada di lokasi suatu daerah. Metode alternatif yang dapat digunakan yaitu dengan analisis rekahan mikro pada sayatan tipis. Penelitian dilakukan pada singkapan batuan dasar granitik pada sungai Indragiri di daerah Muaro Silokek, Sumatera Barat yang berada pada Cekungan Ombilin. Cekungan Ombilin dibentuk oleh dua terban yang memanjang dengan arah baratlaut-tenggara searah dengan struktur besar Sesar Sumatera berumur Paleogen dan Neogen, dibatasi oleh Sesar Tanjung Ampalu berarah utara-selatan. Pada daerah ini tersingkap batuan dasar (basement) dari Cekungan Ombilin yang berumur Triassic-Jurrasic dimana batuan dasar ini berwarna abu-abu kemerahan, euhedral-subhedral, fanerik, mineral feldspar, kuarsa, biotit, plagioklas, mika. Terdapat dua pola rekahan yaitu tenggara-baratlaut dan timurlaut-baratdaya yang saling berpasangan (konjugasi). Pada batuan dasar granitik ini didominasi oleh shear fracture. Kata-kata kunci: rekahan mikro, granitik, rekahan, Silokek, Cekungan Ombilin. shear fracture. Abstract Geological structure is one of the general facts found in a deformed framework. Geological studies to study geological structures such as moving by looking at fault outcrops in any area. An alternative method that can be used is by analyzing micro fractures in thin incisions. The study was carried out on the basic outcrops of granitic rocks on the Indragiri river in the Muaro Silokek area, West Sumatra which is in the Ombilin Basin. The Ombilin Basin is made by two beds extending northwest-southeast in the direction of the large structure of the Sumatran Fault and Paleogene and Neogen, understood by the north-south trending Tanjung Ampalu Fault. In this area the basement of the Ombilin Basin is descended from Triassic-Jurrasic descendants where the base is reddish gray, subuhedral euhedral, faneric, mineral feldspar, quartz, biotite, plagioclase, mica. There are two fracture patterns namely southeast-northwest and northeast-southwest that are mutually conjugated. On this basis the granitic is designed by shear fractures. Keywords: fracture micro, granitic, fracture, Silokek, Ombilin Basin, shear fracture.