Jun Risang Endo
FTKE, Universitas Trisakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS INJEKSI AIR LAPANGAN JE BLOK T LAPISAN S MENGGUNAKAN SIMULASI RESERVOIR Jun Risang Endo
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 4 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLapisan S yang terletak pada Lapangan JE blok T merupakan suatu reservoir minyak produktif mulai dari tahun 1971 hingga 2016. Tetapi, penurunan produksi minyak terjadi pada tahun 2016 sehingga upaya waterflooding perlu dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendesain pola waterflood menggunakan model dinamis lapangan dengan melakukan sensitivitas laju injeksi air dan pola injeksi agar menghasilkan produksi minyak yang optimal. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi reservoir menggunakan CMG 2015 black oil simulator. Skenario yang dibuat sebanyak dua skenario yang dijalankan hingga tahun 2035. Skenario pertama yaitu menambahkan 12 sumur produksi dan 4 sumur injeksi. Skenario kedua yaitu menambahkan 13 sumur produksi dan 8 sumur injeksi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa skenario pertama dengan laju alir injeksi air 50 bwpd mendapatkan hasil incremental recovery factor sebesar 12,46% atau 2,23 MMstb; skenario kedua dengan laju injeksi alir air 50 bwpd sebesar 12,64% atau 2,27 MMstb. Sehingga, skenario terbaik yang didapatkan adalah skenario kedua.Kata kunci: waterflooding, incremental recovery factor, simulasi reservoir, laju alir injeksi air, pola injeksi AbstractLayer S in Field JE block T is a productive oil reservoir since 1971. However, oil production decreased in 2017. Therefore, waterflood is needed. The purpose of research is to design waterflood pattern and injection rate by sensitivity to optimize oil production. Research conducted by reservoir simulation. Two injection scenario is made to 2035. First scenario conducted by adding 12 production wells and 4 injection wells; second scenario is conducted by adding 13 production wells and 8 injection wells. The best scenario is second scenario which get 12,64% of incremental recovery factor or 2,27 MMstb and injection rate 50 bwpd. Kata kunci: waterflooding, incremental recovery factor, reservoir simulation, water injection rate, injection pattern