Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Kolagen Halal dari Kulit Ikan Payus (Elops hawaiensis) dengan Perbedaan Konsentrasi Natrium Hidroksida (NaOH) Laila Indah Pratiwi; Sakinah Haryati; Ginanjar Pratama
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(1)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i1.8156

Abstract

Kulit ikan payus merupakan limbah padat dari pengolahan bontot. Bontot merupakan produk pangan lokal yang berasal dari Provinsi Banten dan berbahan dasar ikan payus. Salah satu alternatif untuk mengurangi limbah dari kulit ikan payus adalah dengan memanfaatkannya sebagai kolagen halal. Proses ekstraksi kolagen terdapat tiga tahap meliputi preparasi bahan baku, praperlakuan NaOH dan ekstraksi kolagen. Tahap praperlakuan NaOH berfungsi untuk menghilangkan protein non kolagen dan mempermudah proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi NaOH yang optimal pada proses deproteinase kolagen dari kulit ikan payus. Faktor perlakuan yang digunakan yaitu konsentrasi NaOH dengan empat taraf perlakuan (kontrol kolagen komersil; NaOH 0,05M; 0,1M; 0,15M) dan 2 ulangan. Parameter yang diamati meliputi analisis rendemen, pH, kelarutan, kadar air, asam amino dan sensori (kenampakan, aroma, warna, tekstur). Perlakuan terbaik pada pembuatan kolagen dari kulit ikan payus yaitu konsentrasi NaOH 0,15M dengan menghasilkan rendemen tertinggi (1,62%), pH terbaik (6,8), dan warna dengan nilai rerata sensori tertinggi (7,96), serta asam amino tertinggi yaitu asam glutamat, asam aspartat dan glisin sehingga NaOH 0,15M terbukti mampu mengoptimalkan proses deproteinase kolagen dari kulit ikan payus.
Preference Level and Iron Content of Analog Rice Combination of Seaweed Flour (Sargassum sp.) and Commercial Beneng Taro Flour Aditia Mursyid Muhede; Sakinah Haryati; Rifki Prayoga Aditia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.22350

Abstract

It is hoped that making analog rice from a combination of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial beneng taro can become an alternative food to overcome the problem of anemia in Indonesia. The aim of this research is to determine the best combination treatment for making analog rice based on the iron content and hedonic test. The experimental design used a completely randomized design with four combination treatments of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial taro beneng, namely: A (0%:100%), B (5%:95%), C (10%:90 %), and D (15%:85%). The results of the research showed that treatment C was the best treatment with the product hedonic level being preferred and had iron content of 4.13 mg/100 grams.