Hastriani Rahayu
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effectiveness of teacher gender bias microaggression prevention intervention programs in elementary schools Nur Fadhilah Umar; Muhammad Rafli; Nindah Nurul Mentari; Hastriani Rahayu; Nur Fahira
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 6, No 1 (2023): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/egcdj.v6i1.22152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan, penerapan program intervensi sebagai media pemahaman dan edukasi tentang dinamika bias gender halus yang terjadi di Lembaga satuan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen (true experimental research) dengan menggunakan desain pretest-posttestcontrol group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 guru dengan uraian kelompok eksperimen berjumlah 10 guru di SD Negeri Maradekaya 1 dan kelompok kontrol berjumlah 10 guru di SD Negeri Balang Baru 1 Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa adaptasi angket perilaku mikroagresi sebagai instrumenpretest dan postest. Teknik analisis data meliputi uji analisis deskriptif dengan uji N-Gain score dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keefektifan yang signifikan dari penerapan program intervensi Teach-Smart dalam mereduksi mikroagresi gender guru di Sekolah Dasar dilihat pada nilai signifikansi implementasi program terhadap perbedaan kedua kelompok dengan nilai p <0.001 lebih kecil dari 0.05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan penerapan program intervensi Teach-Smart efektif dalam meningkatkan pemahaman dalam mencegah perilaku mikroagresi gender guru dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan Sekolah Dasar.
Patuntung Ilalang Embayya: Exposing Implicit Violence and Reducing Negative Stigma through Albert Ellis' Perspective Muh. Syawal Hikmah; Akhmad Harum; Hastriani Rahayu; Eliana Eliana; Indah Putri; Faqih Hidayatullah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.36208

Abstract

The indigenous Kajang Ilalang Embayya community in Bulukumba, who adhere to the Patuntung faith, often face implicit violence such as negative stigma, discrimination, cultural norms, and social structures due to the conservatism of their local beliefs. This study aims to uncover the implicit violence experienced by Patuntung adherents, explore the existence strategies of the Patuntung belief system, and evaluate the effectiveness of cognitive disputation techniques in multicultural counseling from Albert Ellis' perspective to reduce negative stigma. This research uses a qualitative approach with an ethnographic design and quantitative statistical analysis to assess changes after the intervention. Data were collected through observations, in-depth interviews, and questionnaires, then analyzed using Atlas.Ti and JASP software. The results show that implicit violence stems from stigmatization, discrimination, cultural norms, and social structures, with 51.3% of respondents falling into the moderate category of committing implicit violence. The intervention using cognitive disputation techniques in multicultural counseling showed a significant reduction in negative stigma, as evidenced by the paired sample t-test with α: 0.001<0.05 and a t-value = 29.283 > t-table = 3.851. The study concludes that cognitive disputation techniques are effective in reducing negative stigma, contributing to efforts to preserve local conservatism amidst the implicit violence faced.   Masyarakat adat Kajang Ilalang Embayya di Bulukumba, yang menganut kepercayaan Patuntung, sering menghadapi kekerasan implisit seperti stigma negatif, diskriminasi, norma budaya, dan struktur sosial akibat konservatisme kepercayaan lokal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kekerasan implisit yang dialami oleh penganut Patuntung, mengeksplorasi strategi eksistensi kepercayaan Patuntung, serta mengevaluasi efektivitas teknik disputasi kognitif dalam konseling multikultural perspektif Albert Ellis untuk mengurangi stigma negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi serta analisis statistik kuantitatif untuk menilai perubahan setelah intervensi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Atlas.Ti dan JASP. Hasil menunjukkan bahwa kekerasan implisit berasal dari stigmatisasi, diskriminasi, norma budaya, dan struktur sosial, dengan 51,3% responden berada dalam kategori sedang melakukan kekerasan implisit. Intervensi menggunakan teknik disputasi kognitif dalam konseling multikultural menunjukkan penurunan signifikan dalam stigma negatif, dibuktikan melalui uji t berpasangan (paired sample t-test) dengan α: 0,001<0,05 dan hasil t hitung = 29,283 > t-tabel = 3,851. Kesimpulannya, teknik disputasi kognitif efektif dalam mengurangi stigma negatif, serta mendukung upaya mempertahankan konservatisme lokal di tengah kekerasan implisit yang dihadapi.