Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Pergerakan Truk Transport TBS Sebagai Bagian Dari Rantai Pasok Bahan Pabrik Kelapa Sawit Andre Wahyu Krisdiarto; Irya Wisnubhadra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p03

Abstract

Pengangkutan tandan buah segar (FFB) kelapa sawit merupakan tahapan penting dalam sistem produksi minyak sawit. Produktivitas dan efisiensi akibat pergerakan truk pengangkut juga memengaruhi kelancaran rantai pasokan FFB sebagai bahan baku untuk pabrik minyak sawit (PMKS). Makalah ini menyajikan hasil studi yang bertujuan untuk membandingkan produktivitas dan efisiensi pergerakan truk dalam proses pengangkutan buah dari titik pengumpulan hasil (TPH) ke PMKS, antara sistem langsung dan transit. Efisiensi atau tingkat utilitas truk akan memengaruhi pasokan FFB untuk PMKS. Pada truk dan sistem yang kurang efisien, rantai pasokan FFB untuk pabrik mengalami stagnasi, yang dapat mengakibatkan penurunan volume dan kualitas produksi CPO. Metode penelitiannya adalah mengukur waktu setiap tahapan pengangkutan FFB, mencatat data berat muatan, mengukur jarak tempuh, menghitung waktu siklus truk, tingkat produktivitas, dan efisiensi pergerakan truk, kemudian menganalisis statistik dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja antara sistem pengangkutan transit dengan sistem pengangkutan langsung ke PMKS. Dalam sistem transit, waktu siklus truk = 3,5 jam, efisiensi kerja truk = 44,3%, dan produktivitas truk = 15,4 ton/hari. Sedangkan dalam sistem langsung, waktu siklus = 5,07 jam, efisiensi kerja = 63,3%, dan produktivitas = 12,07 ton/hari. Rekomendasi dari penelitian untuk meningkatkan rantai pasokan FFB adalah 1) menggandakan pasokan FFB dari transportasi kecil dalam sistem transit, 2) mengoptimalkan mobilitas truk dengan menetapkan lokasi kerja.