Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 serta Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan (5M) pada Mahasiswa Sektor Petra dan Elim Jemaat GPM Rehoboth Monike Hukubun; Yesintha Tahalele; Rikarson Tasidjwa; Risty A. Hattu; Madelin Koljaan; Maria A. Beruat; Indah Gracelia Tamtelahitu; Santy Leslesy
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku690

Abstract

Jemaat Rehoboth Klasis Pulau Ambon merupakan salah satu jemaat terbesar yang berada di wilayah pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM). Karena memiliki lokasi yang luas sehingga pegabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata difokuskan kepada dua sektor pelayanan yaitu Sektor Elim dan Sektor Petra yang secara administratif berada di Kelurahan Wainitu tepatnya di kompleks Talake. Dalam konteks mitra ditemukan sejumlah mahasiswa perantauan yang menetap sebagai warga kos-kosan belum mengikuti vaksinasi dan dalam kesehariannya tidak menerapkan disiplin protokoler kesehatan. Penyabab utamanya adalah pihak mitra tidak terdaftar secara resmi pada RT/RW setempat dan tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota Jemaat GPM Rehoboth sehingga tidak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan jemaat. Berdasarkan persoalan mitra kelompok berinisyatif untuk membuka jejaring kerjasama dengan majelis jemaat agar melibatkan mahasiswa kos-kosan dalam kegitan vaksinasi yang nantinya akan berlangung. Serta kelompok melakukan sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi dan disiplin protokoler kesehatan kepada mitra. Sebagai langkah menciptakan kekebalan imunitas kelompok dan menciptakan masyarakat yang cerdas dalam menerapkan disiplin protokoler kesehatan, yang berguna dalam rangka mencegah penyebaran pandemi COVID-19.
KESELAMATAN UNIVERSAL DALAM WAHYU 7:1-17 Meyke Imuly; Monike Hukubun
ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana UKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.355 KB) | DOI: 10.37429/arumbae.v1i1.186

Abstract

Revelation 7: 1-17 give a witness and a vision of the writer of this book about the claim of universal salvation. If it can be viewed in a rhetorical situation, usually the party who opens the communication (speaker / author) tries to convince or influence the listener to accept some specific interpretations or attitudes. That is the reason why an important rhetorical method is used to interpret this text, so that the author's persuasive purposes in this text can be known. Most importantly, when the book of Revelation is understood in the frame of Apocalyptic literature - written in the context of its readers who are experiencing a crisis by various oppressive power pressures, but also the crisis is pleasing with the effort to establish the identity of its beliefs as well as its relevance among the influence of various other different teachings. Thus, the doctrine of universal salvation in the book of Revelation can provide a transformation both for readers of the book of Revelation, but also for readers today who are dealing with issues of identity crisis and relevance.
PERCERAIAN DAN PERZINAHAN: SUATU PENDEKATAN TAFSIR FEMINIS TERHADAP MATIUS 5 : 27 – 32 Novian Dias; H Talaway; Monike Hukubun
ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Vol 2, No 1 (2020): Berteologi dari Alkitab dan Budaya Lokal di Dalam Pergumulan Sosial Kemajemukan
Publisher : Program Pascasarjana UKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.989 KB) | DOI: 10.37429/arumbae.v2i1.426

Abstract

Cases of divorce and adultery are found in the context of society today. The issue of divorce and adultery is also discussed in the biblical text with its context. One of them is the Gospel of Matthew, which addresses these two cases in an inseparable frame. It is interesting that divorce issues that occur are often associated with adultery committed by one partner and harming the other party. The divorce case described by Matthew is not desired by Jesus. Jesus is depicted as a character who defends women but does not rule out men. In establishing family ties, men and women are expected to have the same responsibility to maintain the sanctity of the marital relationship that has been built. This study uses library research to produce interpretations and study of the text of the Gospel of Matthew 5: 27-32 by paying attention to women's experiences using a feminist perspective. 
Gereja sebagai Komunitas Ekologis: Gambaran tentang Gereja dalam Konteks Kerusakan Ekologi di Maluku Monike Hukubun; Margaretha Martha Anace Apituley
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i2.882

Abstract

Abstract. This article is an effort in developing the church ecclesiology as an ecological community. The effort was based on the reality of ecological damage that is currently occurring, especially in the Kei Islands-Southeast Maluku. To develop the church ecclesiology as an ecological community, Colossians 1:15-20 was interpreted using cosmic hermeneutics so that there is a fusion of horizons between the theological meaning of the text and the context of ecological damage in Kei islands- Moluccas. Based on the interpretation process, Colossians 1:15-20 showed the Christ-cosmic privilege so that God's concern for the life of all creation on earth is seen. The Christ-cosmic meaning that cares for the life of all creation then makes every believer aware of respecting, preserving, and maintaining the earth.Abstrak. Artikel ini merupakan pengembangan eklesiologi gereja sebagai komunitas ekologis. Upaya tersebut didasarkan pada kenyataan kerusakan ekologis yang sementara terjadi, terkhususnya di Kepulauan Kei-Maluku. Dalam upaya pengembangan eklesiologi gereja sebagai komunitas ekologis, teks Kolose 1:15-20 diinterpretasi menggunakan hermeneutik kosmis sehingga terjadi fusi horison antara makna teologi teks dengan konteks kerusakan ekologis di Kei-Maluku Tenggara. Berdasarkan proses penafsiran, Kolose 1:15-20 memperlihatkan keistimewaan Kristus-kosmis sehingga terlihat kepedulian Allah terhadap kehidupan seluruh ciptaan di bumi. Makna Kristus-kosmis yang peduli terhadap kehidupan seluruh ciptaan kemudian menyadarkan setiap orang percaya untuk menghormati, melestarikan, dan memelihara bumi.
EDUKASI, PELATIHAN DAN WORKSHOP, MENAFSIR TEKS ALKITAB, MEMBUAT KHOTBAH DAN BAHAN AJAR SMTPI DENGAN MENGGUNAKAN PERSPEKTIF TEOLOGI EKOLOGI DI JEMAAT GPM SERI Monike Hukubun; Margaretha M. A. Apituley; Olive R. Sekewael
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1087

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh jemaat GPM Seri selaku mitra adalah lingkungan ekologis hutan yang sangat subur dan menghijau mulai mengalami tanah longsor di beberapa titik akibat penebangan pohon. Wilayah pantai yang berhadapan langsung dengan laut luas mulai terlihat mengalami abrasi akibat ombak yang terus menerjang. Solusi yang diambil yaitu, pertama, melakukan edukasi teologi ekologi kepada pelayan umat di jemaat GPM Seri. Melalui edukasi ini pelayan dibentuk cara pandang, kesadaran, dan komitmen untuk menghidupi nilai-nilai keadilan ekologis (eco-justice) dalam merawat dan bumi dusun Seri. Kedua, melakukan pelatihan menafsir Alkitab dengan menggunakan perspektif Teologi Ekologi. Melalui kegiatan ini, mitra dilatih menafsir teks-teks Alkitab dan memahami maknanya dengan selalu memerhatikan nilai-nilai keadilan ekologis yang dikehendaki Tuhan Allah. Ketiga, melakukan pelatihan dan workshop menyusun Khotbah dan Bahan Ajar SMTPI bersumber dari hasil tafsir teks Alkitab yang telah dilakukan. Kegiatan PkM kemudian telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 di Jemaat GPM Seri. Tim telah melakukan edukasi, pelatihan, dan workshop cara menafsir Alkitab, membuat khotbah, dan bahan ajar SMTPI menggunakan perspektif teologi ekologi.